Kamis 11 Jun 2020 17:42 WIB

Yuri: Sebagian Kasus Positif Baru tanpa Gejala 

Ada penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 979 orang dalam 24 jam terakhir.

Rep: Sapto Andika Candra / Red: Ratna Puspita
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto.
Foto: @BNPB_Indonesia
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagian besar kasus positif Covid-19 yang baru muncul akhir-akhir ini ternyata tidak menunjukkan gejala penyakit pada tubuh pasiennya. Nihilnya gejala penyakit atau kerap disebut dengan orang tanpa gejala (OTG) inilah yang membuat si pasien mempersepsiken dirinya tidak sakit apapun. 

"Ini pentingnya bahwa kita harus edukasi agar kasus baru ini segera isolasi mandiri. Karena kalau tidak, akan menjadi sumber penularan," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, Kamis (11/6). 

Baca Juga

Yuri pun meminta kepada pasien yang telah dinyatakan positif Covid-19 agar segera melakukan isolasi mandiri di rumahnya meski dirinya merasa sehat-sehat saja tanpa ada gejala penyakit. Menurutnya, pasien positif Covid-19 yang tidak menjalankan isolasi mandiri memberi celah besar terjadinya penularan di tengah masyarakat. 

"Kami ingatkan pada kasus OTG yang sudah terkonfirmasi positif harus melakukan dan mematuhi protokol isolasi mandiri yang ketat. Karena kalau tidak bisa menjadi sumber penularan," jelasnya. 

Pada Kamis (11/6) ini, terjadi penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 979 orang dalam 24 jam terakhir. Angka ini menurun dibanding penambahan kasus pada Rabu (10/6) kemarin dengan 1.241 kasus baru dalam satu hari. Total kasus positif Covid-19 di Indonesia hingga saat ini sebanyak 35.295 orang.

Jawa Timur kembali menjadi provinsi dengan penambahan kasus positif Covid-19 tertinggi pada hari ini, yakni 297 kasus baru. Kemudian disusul Sulawesi Selatan dengan 141 kasus baru, DKI Jakarta dengan 128 kasus baru, Kalimantan Selatan dengan 69 kasus baru, dan provinsi lain dengan jumlah penambahan kasus yang lebih rendah. 

Pemerintah mengklaim, angka penambahan kasus positif yang masih cukup tinggi disebabkan pelacakan kontak atau contact tracing yang semakin agresif dilakukan oleh Dinas Kesehatan di daerah. Tracing sendiri dilakukan kepada seluruh pihak yang pernah melakukan kontak langsung dengan pasien positif Covid-19. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement