Monday, 8 Rajab 1444 / 30 January 2023

Kasus Positif Covid-19 di Depok Bertambah 11 Orang

Senin 08 Jun 2020 18:24 WIB

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Endro Yuwanto

Wali Kota Depok Mohammad Idris

Wali Kota Depok Mohammad Idris

Foto: dok.Istimewa
Kasus sembuh tambah tiga jadi 329 orang atau 55,48 persen dari total kasus positif.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Pemerintah Kota (Pemkot) Depok kembali memperbarui data perkembangan kasus virus corona (Covid-19). Berdasarkan data yang dirilis, Senin (8/6), jumlah pasien terkonfirmasi posiitif bertambah 11 orang menjadi 593 orang.

"Adapun jumlah pasien sembuh Covid-19 bertambah tiga orang sehingga totalnya menjadi 329 orang. Pasien meninggal dunia total 30 orang," ujar Wali Kota Depok, Mohammad Idris, dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Senin (8/6).

Menurut Idris, penambahan kasus konfirmasi positif hari ini sebanyak 11 kasus yang berasal dari program rapid test Kota Depok yang ditindaklanjuti dengan swab di Labkesda dan PCR di Laboratorium RSUI sebanyak delapan orang. Kemudian tiga orang berasal dari laporan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

"Adapun kasus konfirmasi yang sembuh hari ini bertambah tiga orang menjadi 329 orang atau 55,48 persen dari seluruh kasus konfirmasi positif yang ada di Kota Depok," jelas Idris.

 

Selanjutnya, untuk orang tanpa gejala (OTG) yang selesai pemantauan hari ini pun bertambah 22 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) 21 orang. Sedangkan untuk pasien dalam pengawasan (PDP) yang selesai pengawasan bertambah lima orang.

Adapun untuk PDP yang meninggal, lanjut Idris, saat ini berjumlah 91 orang, terdapat penambahan dibandingkan hari sebelumnya yaitu satu orang. "Status PDP tersebut merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif, karena harus menunggu hasil PCR, yang datanya hanya dikeluarkan oleh PHEOC (Public Health Emergency Operating Center) Kemenkes," pungkasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA