Senin 08 Jun 2020 17:26 WIB

Kasus Demam Berdarah di Banyumas Melonjak

Jumlah kasus DBD tertinggi terjadi pada awal tahun hingga Maret 2020.

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Yusuf Assidiq
Nyamuk demam berdarah.
Foto: AP
Nyamuk demam berdarah.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Di tengah wabah Covid 19 yang sedang terjadi, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, juga mengalami lonjakan. Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Banyumas, Dwi Mulyanto menyebutkan, sejak awal tahun hingga Juni 2020 ini, penyakit yang disebabkan nyamuk aides aegypti tersebut telah menjangkiti 209 warga Banyumas.

''Dari jumlah warga yang terjangkit penyakit tersebut, enam orang di antaranya meninggal dunia,'' jelasnya, Senin (8/6). Menurutnya, dibanding periode yang sama pada 2019 silam, kasus DBD di 2020 ini mengalami lonjakan.

Bahkan dia menyebutkan, bila dibandingkan kejadian sepanjang 2019, kasus DBD selama hampir satu semester 2020 ini, masih jauh lebih banyak. ''Pada 2019, sejak Januari hingga Desember, kasus DBD di Banyumas hanya ada sebanyak 202 kasus,'' katanya.

Disebutkan, jumlah kasus DBD tertinggi terjadi pada awal tahun hingga Maret 2020. Setelah Maret 2020, terjadi pergeseran penyakit karena warga lebih banyak disibukkan dengan upaya  pencegahan penyakit Covid 19.

Demikian juga, petugas epidemiologi dan tenaga kesehatan lainnya, lebih fokus menangani wabah Covid 19. ''Tapi hal ini bukan berarti kasus DBD sudah tidak terjadi. Tetap terjadi, namun memang sudah tidak terlalu banyak karena banyak warga berdiam di rumah,'' katanya.

Ia menyatakan, daerah dengan jumlah kasus DBD terbanyak ada di beberapa kecamatan. Antara lain, Kecamatan Wangon, Jatilawang, dan Purwokerto Timur. Menurutunya, untuk penanganan DBD, yang paling baik adalah dengan menggiatkan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Diharapkan, di tengah kondisi wabah Covid yang belum berakhir, warga tetap berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya kasus DBD mengingat hingga saat ini masih terjadi hujan.

''Jangan sampai ada genangan air. Bersihkan sampah yang bisa menjadi tempat air menggenang. Tandon-tandon air yang ada di rumah, juga sebaiknya rutin dikuras agar tidak menjadi media bagi nyamuk untuk bertelur,'' ujar dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement