Sunday, 14 Zulqaidah 1441 / 05 July 2020

Sunday, 14 Zulqaidah 1441 / 05 July 2020

Literasi Sistematis Bagi Para Peneliti

Senin 08 Jun 2020 06:49 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Buku Metode Penelitian Survei

Buku Metode Penelitian Survei

Foto: Tangkapan Layar
Buku Ini berisi 10 bab yang disusun berurutan sehingga mudah dipahami pembaca.

REPUBLIKA.CO.ID, Semua penelitian selalu diawali dengan pertanyaan dasar mengenai suatu fenomena tertentu. Pertanyaan itu baru dapat terjawab jika kita dapat merancang sebuah penelitian secara baik. Wimmer dan Dominic menyatakan penelitian adalah upaya untuk menemukan sesuatu (an attempt to discover something).

Hal ini berarti kita semua bisa menjadi peneliti dan bisa saja kita sendiri tidak menyadari dalam kehidupan sehari-hari kita sudah melakukan penelitian karena sebuah penelitian bisa saja bersifat informal. Artinya penelitian tidak mengikuti secara tepat prosedur penelitian yang sudah ditentukan namun meski sifatnya informal, tidak berarti hasilnya salah jika dibanding penelitian formal. Hal terpenting  adalah peneliti harus memahami dan mengikuti metode yang benar untuk memastikan hasil yang baik.

Penelitian survei merupakan metode yang paling sering digunakan di dunia penelitian untuk mendapatkan data dari beragam pertanyaan dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan terutama mengenai kemasyarakatan sosial. Dapat dikatakan bahwa penelitian survei merupakan tulang punggung perkembangan berbagai disiplin ilmu.

Morissan, penyandang gelar Ph.D dari School of Communication, Universiti Sains Malaysia, Penang, Malaysia mengamati, banyak kalangan peneliti dan akademisi ternyata belum memiliki kemampuan, pengetahuan dan keahlian yang memadai di bidang penelitian survei ini. Ini terlihat misalnya ketika banyak hasil survei yang dikemukakan berbagai lembaga survei di Indonesia terkait survei jajak pendapat hasilnya berbeda-beda bahkan ada yang bertolak belakang satu sama lain. Sebagai dosen yang mengajar mata kuliah metode penelitian, Morissan yakin hal tersebut lebih banyak disebabkan karena ketidakmengertian peneliti terhadap metode survei.

Buku setebal 434 halaman ini terdiri dari 10 bab yang disusun berurutan yang mudah dimengerti dan dipahami pembaca. Meski ini bukan buku cerita fiksi, tetapi siapa pun yang tertarik untuk melakukan penelitian survei, ketika membaca buku ini akan merasa seperti sedang belajar di kelas dan mendapat penjelasan dari seorang dosen senior yang dengan penuh kesabaran membagi ilmu pada para mahasiswanya.

Diawali dengan pendahuluan yang memberi penjelasan dasar terkait metode penelitian ilmiah. Pembaca akan diajak mendalami terlebih dahulu satu per satu definisi dan langkah-langkah awal dalam melakukan sebuah penelitian secara lengkap dan mendetil. Bagaimana memilih topik penelitian, merumuskan pertanyaan, hipotesis, apa yang dimaksud dengan data, bagaimana cara mengumpulkan data, apa arti variabel, bagaimana menganalisa data semua dijabarkan dengan rinci.

Bab dua dan tiga menjelaskan tentang populasi dan sampel serta ukuran sampel dan kesalahan sampel. Bagaimana metode penarikan sampel, ukuran dan distribusi sampel, menghitung dan mengukur tingkat kepercayaan sampel. Ini sangat penting karena semua survei akan selalu memiliki tingkat kesalahan. Bagaimana cara meminimalisir kesalahan itulah yang menjadi wajib dilakukan oleh setiap peneliti saat melakukan penelitian survei.

Lalu apa itu penelitian survei? Sebagaimana dikatakan oleh Robert Groves, seorang ahli survey terkemuka, “survey menghasilkan informasi yang secara alami bersifat statistik”. Survey merupakan bentuk dasar kuantitatif. Penelitian survey menanyakan kepada beberapa responden tentang kepercayaannya, pendapat-pendapat, karakteristik, dan perilaku yang telah atau sedang terjadi.

Bab empat dan lima pada buku ini membantu pembaca untuk memahami apa yang disebut dengan survei deskriptif dan analitis, bagaimana keunggulan dan kelemahannya. Pembaca juga diajarkan untuk dapat membuat pertanyaan yang relevan dengan penelitian yang hendak dilakukan.

Bagaimana mendesain kuesioner, mengumpulkan data, mengolah data statistik mengenali karakteristik data bahkan disisipkan juga tabel skor Z (Z score) dan bagaimana membuat kurva dan membaca kurva dari hasil proses data statistik. Z-score adalah skor standard berupa jarak skor seseorang dari mean kelompoknya dalam satuan standard deviasi.

Hipotesis didefinisikan sebagai “a formal statement regarding the relationship between variables and tested dirctly” atau dalam bahasa Indonesia adalah suatu pernyataan formal mengenai hubungan antara variabel dan telah diuji secara langsung. Pada bab enam pembaca diajak untuk memahami apa yang disebut sebagai hipotesis.

Bagaimana melakukan uji signifikansi agar saat melakukan penelitian tidak terjebak dengan hasil penelitian yang terkadang tidak signifikan secara statistik. Termasuk bagaimana cara mengimbangi kesalahan dan menganalisa kembali kekuatan yang menunjukkan kemungkinan uji statistik dari suatu hipotesis akan menghasilkan kesimpulan bahwa fenomena yang dipelajari benar-benar ada.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA