Tuesday, 23 Zulqaidah 1441 / 14 July 2020

Tuesday, 23 Zulqaidah 1441 / 14 July 2020

PLN Diminta Maksimalkan Sosialisasi

Ahad 07 Jun 2020 11:06 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha

Warga memasukkan pulsa token listrik di tempat tinggalnya, di Jakarta, Selasa (1/4). Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menerima banyak keluhan mengenai tagihan listrik yang melonjak pada Juni 2020. Ketua Harian YLKI Tulus Abadi meminta PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN melakukan sosialisasi seluas-luasnya kepada konsumen atau pelanggannya.

Warga memasukkan pulsa token listrik di tempat tinggalnya, di Jakarta, Selasa (1/4). Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menerima banyak keluhan mengenai tagihan listrik yang melonjak pada Juni 2020. Ketua Harian YLKI Tulus Abadi meminta PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN melakukan sosialisasi seluas-luasnya kepada konsumen atau pelanggannya.

Foto: Antara/Nova Wahyudi
Dengan sosialisasi, masyarakat mengerti duduk persoalan dan musabab yang terjadi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menerima banyak keluhan mengenai tagihan listrik yang melonjak pada Juni 2020. Ketua Harian YLKI Tulus Abadi meminta PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN melakukan sosialisasi seluas-luasnya kepada konsumen atau pelanggannya.

Baca Juga

“Terutama sosialiasi kepada pelanggan di area yang banyak mengalami masalah serupa, sebagaimana terjadi pada edisi April hingga Mei 2020,” kata Tulu, Ahad (7/6).

Dengan begitu, menurut Tulus, masyarakat mengerti duduk persoalan dan musabab yang terjadi terkait melonjaknya tagihan listrik. Sekaligus juga mengetahui apa yang harus dilakukannya.

Selain itu, Tulus juga meminta konsumen yang mengalami billing shock untuk segera melaporkan ke call center melalui nomor 123 atau kanal media sosial yang dimiliki PLN. “Sebelum melaporkan, sebaiknya konsumen melakukan recheck terlebih dahulu terhadap kewajaran pemakaiannya,” tutur Tulus.

Hal tersebut dapat dilakukan dengan melihat pemakaian jumlah kWh terakhir dengan jumlah kWh bulan sebelumnya. Sebab, lanjut Tulus, selama adanya kebijakan bekerja dan belajar di rumah, pada umumnya pemakaian energi listrik konsumen mengalami kenaikan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA