Thursday, 18 Zulqaidah 1441 / 09 July 2020

Thursday, 18 Zulqaidah 1441 / 09 July 2020

Alasan Kedai Kopi Bikin Kemasan Satu Liter

Ahad 07 Jun 2020 08:55 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Nora Azizah

Kopi dengan ukuran satu liter kini 'menjamur' hampir di semua kedai kopi (Foto: ilustrasi kopi)

Kopi dengan ukuran satu liter kini 'menjamur' hampir di semua kedai kopi (Foto: ilustrasi kopi)

Foto: Needpix
Kopi dengan ukuran satu liter kini 'menjamur' hampir di semua kedai kopi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) membuat banyak orang tidak bisa leluasa duduk di kedai kopi sambil menyesap minuman favoritnya. Sejumlah gerai menjawab permasalahan itu dengan menyediakan minuman yang bisa dipesan dari rumah.

Tidak hanya minuman berukuran biasa dalam gelas, banyak gerai menawarkan varian kopi dalam ukuran satu liter yang kini sangat diminati lewat pemesanan daring. Dengan ukuran cukup besar, penikmat kopi bisa menyimpannya sekaligus mendapatkan harga lebih murah.

Salah satu gerai yang menjual produknya dalam kemasan satu liter adalah Kopi Kenangan. Chief Operating Officer (COO) Kopi Kenangan James Prananto mengatakan, ada empat varian minuman dalam ukuran satu liter yang dihadirkan sejak April 2020.

Empat varian itu antara lain Kopi Kenangan Mantan, Thai Tea, Milk Tea Gula Aren, dan Americano. James menyampaikan, Kopi Kenangan ingin para pencinta kopi maupun nonkopi bisa menikmati minuman di rumah.

Baca Juga

photo
Kopi Kenangan satu liter - (dok. Kopi Kenangan)

"Dibandingkan tiap hari beli, lebih enak langsung beli seliter yang bisa untuk beberapa hari. Selain itu, karena di rumah bersama keluarga bisa sekalian sharing," kata James kepada republika.co.id, belum lama ini.

Minuman dalam edisi satu liter itu dibanderol seharga Rp 70 ribu sampai Rp 85 ribu. James menjamin minuman dibuat menggunakan bahan-bahan segar tanpa pengawet. Karena itu, penyimpanan maksimal hanya bertahan tiga hari di lemari es.

Dia menyadari, saat ini hampir semua gerai minuman menawarkan ukuran satu liter. Tren penjualan itu dinilainya sebagai persaingan yang sehat, sekaligus menguntungkan konsumen karena mendapat harga yang lebih bersaing dan terjangkau.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA