Monday, 15 Zulqaidah 1441 / 06 July 2020

Monday, 15 Zulqaidah 1441 / 06 July 2020

Arab Saudi Sambut Upaya Mesir di Konflik Libya

Ahad 07 Jun 2020 07:39 WIB

Rep: Saudi Gazzette/ Red: Elba Damhuri

Pusat penahanan migran di Tajoura, di timur Tripoli, Libya hancur karena serangan udara, Rabu (3/7).

Pusat penahanan migran di Tajoura, di timur Tripoli, Libya hancur karena serangan udara, Rabu (3/7).

Foto: AP Photo/Hazem Ahmed
Arab Saudi ingin konflik Libya diselesaikan tanpa campur tangan asing.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH - Arab Saudi menyambut upaya Mesir pada Sabtu untuk ikut menyelesaikan konflik Libya. Kerajaan Arab Saudi menyambut semua upaya internasional yang menyerukan gencatan senjata di negara Afrika Utara itu.

Arab Saudi mendorong upaya perdamaian di Libya kembali ke proses politik sejalan dengan resolusi PBB yang relevan dan berbagai inisiatif, termasuk konferensi Berlin dan Jenewa.

Arab Saudi ingin konflik di kawasan mereda dan keutuhan wilayah negara-negara Arab terjaga serta melindungi mereka dari campur tangan asing. Peran Mesir menjadi penting di sini.

Arab Saudi mendesak semua pihak Libya, dimulai dengan pemerintah Kesepakatan Nasional dan Tentara Nasional Libya, untuk memprioritaskan kepentingan nasional Libya.

Kedua pihak harus segera menghentikan permusuhan dan meluncurkan negosiasi politik komprehensif yang mendesak yang disponsori PBB untuk memulihkan keamanan dan stabilitas Libya dan melindunginya dari campur tangan asing.

Libya menghadapi konflik serius dan perang saudara yang masing-masing pihak mendapat dukungan asing termasuk Turki dan Rusia. Konflik di Libya mirip konflik proxy yang terjadi di Suriah di mana pemain asingnya sama.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA