Sunday, 14 Zulqaidah 1441 / 05 July 2020

Sunday, 14 Zulqaidah 1441 / 05 July 2020

Hutan Bakau Bisa Tersapu pada 2050 karena Kenaikan  Laut

Ahad 07 Jun 2020 07:51 WIB

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Dwi Murdaningsih

Foto udara sejumlah tambak yang ada di kawasan Mangrove Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Foto udara sejumlah tambak yang ada di kawasan Mangrove Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Foto: FAKHRI HERMANSYAH/ANTARA FOTO
Bakau mampu menyerap karbon hingga seribu ton per ha setahun. 

REPUBLIKA.CO.ID, NEW JERSEY -- Pemanasan global seakan terus menegaskan dampak yang menimbulkan lingkaran setan. Salah satu dampak yang kasat mata adalah semakin naiknya permukaan air laut karena gunung es yang mencair.

Selanjutnya, peningkatan permukaan air laut itu pun berpotensi mengancam kelestarian hutan bakau yang juga dibutuhkan untuk menjaga ekosistem. Dilansir dari Fox News pada Sabtu (6/6), sebuah studi dari Rutgers University menyebut bahwa hutan bakau bisa tersapu pada 2050 karena adanya peningkatan permukaan laut.

Studi ini dilakukan lewat pendalaman endapan 78 ekosistem hutan bakau selama rentang 10 ribu tahun terakhir. Pendalaman itu menyimpulkan, tumbuhan bakau berpotensi mati saat permukaan air laut naik lebih dari 6 milimeter.

Setelah dikalkulasi berdasar peningkatan air laut rata-rata, level kenaikan itu akan tercapai pada 2050. Oleh karena itu, riset ini diharapkan dapat membuka mata seluruh elemen masyarakat untuk dapat terus menekan pemanasan global.

Salah satu anggota tim peneliti, Erica Ashe mengatakan, bakau merupakan tanaman yang sangat penting karena memiliki sejumlah manfaat sekaligus. "Jika hutan bakau hilang, maka hal ini akan mempengaruhi keseimbangan jumlah ikan dan spesies lain," kata Erica Ashe.

Tak hanya itu, pohon bakau dinilai cukup berperan dalam menekan polusi karena pohon ini mampu menyerap karbon hingga seribu ton per hektar dalam setahun. Berdasar riset dari The Nature Conservancy (TNC) pada 2016, polusi yang terjadi bisa kian parah jika tidak ada infrastruktur alami dalam suatu wilayah.

Dalam kasus ini, infrastuktur alami yang dimaksud adalah pohon bakau. Artinya, bakau tak hanya memberikan manfaat bagi wilayah di pesisir pantai namun juga bagi wilayah di sekililing pulau tersebut.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA