Thursday, 18 Zulqaidah 1441 / 09 July 2020

Thursday, 18 Zulqaidah 1441 / 09 July 2020

Disperdagin Depok Wajibkan Pasar Terapkan Protokol Kesehatan

Sabtu 06 Jun 2020 21:31 WIB

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Gita Amanda

Foto: Prayogi/Republika
Area toko dan pasar juga harus disemprot disinfektan usai jam operasional

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Depok mewajibkan toko modern (ritel) dan pasar tradisional untuk menerapkan protokol kesehatan di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional. Untuk itu Disperdagin Kota Depok menggelar sosialisasi kepada pengelola ritel dan pasar tradisional.

"Seluruh ritel dan pasar tradisional di Kota Depok wajib melaksanakan protokol kesehatan untuk pencegahan penularan Covid-19, dan mereka menyepakatinya," ujar Kepala Disperdagin Kota Depok, Zamrowi Hasan dalam siaran pers yang diterima Republika, Sabtu (6/6).

Dia mengatakan, adapun sejumlah protokol kesehatan yang harus diterapkan antara lain penyediaan tempat cuci tangan, hand sanitizer, dan pengukuran suhu tubuh. Kemudian, mewajibkan pengunjung dan karyawan toko memakai masker, sarung tangan, serta pelindung wajah.

Selain itu, membatasi jam operasional ritel mulai dari pukul 10.00-20.00 WIB. Sedangkan pasar tradisional dari pukul 03.00-15.00 WIB. "Area toko dan pasar juga harus disemprot disinfektan usai jam operasional.  Intinya sekarang semuanya harus mengedepankan protokol kesehatan," terang Zamrowi.

Store Manager Tip Top Depok, Sulaiman mengatakan, pihaknya telah menerapkan standar protokol kesehatan di area toko sesuai yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. Salah satunya membatasi jumlah pengunjung hanya 30-40 orang atau sebesar 50 persen dari kapasitas.

"Selain itu, seluruh karyawan juga telah menjalani pemeriksaan rapid test, sehingga dapat dipastikan karyawannya dalam keadaan sehat," pungkasnya.

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA