Saturday, 13 Zulqaidah 1441 / 04 July 2020

Saturday, 13 Zulqaidah 1441 / 04 July 2020

Jelang Pilkada, KPU Tangsel Tambah 384 Unit TPS

Sabtu 06 Jun 2020 14:39 WIB

Rep: Abdurrahman Rabbani/ Red: Esthi Maharani

Kontroversi Pilkada di tengah pandemi Covid-19.

Kontroversi Pilkada di tengah pandemi Covid-19.

Foto: Berbagai sumber/Republika
Pilkada Tangsel mendatang tercatat ada sebanyak 2.882 TPS.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan menambah 384 Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang rencananya digelar pada akhir tahun 2020. Sehingga Pilkada Tangsel mendatang tercatat sebanyak 2.882 TPS.

Sebelumnya sebanyak 2.498 unit TPS sudah disiapkan pagelaran Pilkada. Lalu dilakukan penambahan berdasarkan kesepakatan hasil rapat dengar pendapat (RDP) KPU RI dengan Komisi II DPR RI pada Rabu, 3 Juni 2020 lalu.

"Penambahan TPS tersebut merupakan kebijakan baru yang dikeluarkan akibat imbas wabah virus corona, yang membatasi jumlah orang pada TPS dari 800 orang menjadi 500 orang," ujar Ketua KPU Kota Tangsel Bambang Dwitoro saat dikonfirmasi, Sabtu (6/6).

Meski adanya penambahan unit TPS, Bambang mengaku tak ada penambahan anggaran untuk penyelenggaraan Pilkada Kota Tangsel.  KPU lebih memilih untuk melakukan efisiensi anggaran yang telah tersedia, sebesar Rp69 miliar.

"Kami upayakan dulu efisiensi yang sudah ada. Mudah-mudahan kami enggak meminta anggaran lagi, karena kita semangatnya harus juga semangat efisien. Karena salah satu prinsip dalam penyelenggaraan Pemilu itu adalah efisien," ujar Bambang.

Efisiensi tersebut salah satunya mengurangi kegiatan yang mengumpulkan banyak peserta, terlebih pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Kota Tangsel masih diberlakukan.

"Ada beberapa kegiatan yang didesain ulang misalnya jalan sehat. Jalan sehat itu melibatkan orang banyak, nah sosialisasi-sosialisasi itu kan bisa saja tidak dihilangkan, tapi kami bisa ubah, desain ulang. Misalnya dalam bentuk pemberitahuan saja kita kirim surat ke RT, RW, kan lebih murah," jelasnya.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA