Friday, 14 Muharram 1444 / 12 August 2022

Haji 2020 Ditiadakan, Semoga Keputusan Tepat Bagi Masyarakat

Jumat 05 Jun 2020 17:13 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Petugas kebersihan membersihkan area Masjidil Haram, Mekkah, Selasa (3/3).

Petugas kebersihan membersihkan area Masjidil Haram, Mekkah, Selasa (3/3).

Foto: Ganoo Essa/Reuters
Impian segera melaksanakan haji di Baitullah harus kembali tertunda.

REPUBLIKA.CO.ID, Menteri Agama Fahrul Razi telah mengumumkan, pemberangkatan jamaah haji untuk tahun ini ditiadakan. Kebijakan tersebut diambil karena pandemi Covid-19 masih melanda hampir seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia dan Arab Saudi.

Keputusan ini tentu menuai respons dari masyarakat, khususnya bagi calon jamaah haji yang seharusnya tahun ini telah masuk dalam jadwal keberangkatan. Impian segera melaksanakan haji di Baitullah harus kembali tertunda dalam waktu yang belum bisa dipastikan.

Semoga, pembatalan keberangkatan ini benar-benar menjadi keputusan tepat, dan menjadi salah satu bentuk keseriusan pemerintah dalam melindungi masyarakatnya dari pandemi Covid 19. Sebab, di dalam negeri sudah diambil langkah New Normal .

Sebuah formulasi kebijakan untuk tetap hidup normal, yakni berdamai dengan Covid-19 sambil tetap melaksanakan protokoler kesehatan. Selanjutnya, menjadi tugas pemerintah adalah bagaimana manajemen dana haji yang telah disetorkan calon jamaah. Apakah akan dikembalikan ataukah tetap disimpan sebagai setoran jika tiba waktunya nanti pemberangkatan kembali dibuka.

PENGIRIM: Aridha Nur Salim, Makassar

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA