Saturday, 20 Zulqaidah 1441 / 11 July 2020

Saturday, 20 Zulqaidah 1441 / 11 July 2020

5 Cara Manfaatkan Teknologi untuk Jaga Lingkungan Hidup

Jumat 05 Jun 2020 16:58 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Dwi Murdaningsih

Perubahan iklim (Ilustrasi)

Perubahan iklim (Ilustrasi)

Foto: PxHere
Setiap 5 Juni diperingati sebagai hari lingkungan hidup sedunia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada banyak cara memanfaatkan teknologi untuk menjaga dan melestarikan lingkungan hidup. Bertepatan dengan hari lingkungan hidup sedunia hari ini, Jumat (5/6), Google Indonesia mengulas lima pemanfaatan teknologi untuk menjaga alam sebagai berikut.

1. Melindungi spesies laut dengan cloud computing
Bersama Oceana dan SkyTruth, pada 2016 Google meluncurkan Global Fishing Watch. Platform itu berupaya meningkatkan kesadaran terhadap industri perikanan serta mendorong kebijakan yang ramah lingkungan melalui transparansi.

Global Fishing Watch mengombinasikan teknologi cloud computing dengan data satelit. Inisiatif ini berguna untuk melacak, memvisualisasikan, dan membagikan informasi aktivitas penangkapan ikan komersial secara global.

2. Melindungi hutan hujan tropis
Deforestasi menyebabkan 17 persen dari emisi karbon global. Mencegah itu, Rainforest Connection menggunakan TensorFlow, platform machine learning open-source Google, untuk mencegah pembalakan liar di berbagai hutan hujan tropis di seluruh dunia.

Ponsel model lama ditempatkan di atas pohon untuk merekam suara di hutan lalu melatih sistem machine learning untuk mengenali suara gergaji mesin. Penjaga hutan mendapatkan notifikasi instan saat ada pembalak liar yang berusaha menebang pohon secara ilegal.

3. Memonitor habitat liar
Habitat alami sangat penting bagi perlindungan dan keberlangsungan hidup berbagai spesies flora dan fauna di seluruh dunia. Pemerintah perlu secara ketat memonitor serta mengurangi risiko deforestasi untuk memastikan habitat yang ada tetap dilestarikan.

Pada 2013, Google dan para peneliti dari University of Maryland meluncurkan Global Forest Watch. Pemetaan hutan global secara kronologis ini menguantifikasikan luas hutan dunia dan berbagai perubahannya sejak 2000 guna mengawasi habitat liar.

4. Mengurangi emisi karbon
Menggunakan Environmental Insights Explorer, pemerintah bisa mengakses dan menindaklanjuti kumpulan data iklim baru. Alat hasil kolaborasi Google dengan Global Covenant of Mayors for Climate & Energy (GCoM) ini sudah dipakai di lebih dari 120 kota dunia.

5. Visualisasi dampak perubahan iklim
Heartbeat of the Earth menyajikan peta yang menggambarkan data aktual dan prediksi peningkatan tinggi permukaan laut. Ada pula visualisasi data interaktif yang mengajak menyelami laut dan melihat dampak kenaikan suhu.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA