Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

OJK Minta Perusahaan Asuransi Perhatikan Kemampuan Membayar

Jumat 05 Jun 2020 07:58 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Friska Yolandha

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan kebijakan penyesuaian terkait Penjualan Produk Asuransi Yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI). Adapun penyesuaian ini dengan memperbolehkan penjualan PAYDI secara digital melalui video conference atau tatap muka virtual oleh perusahaan asuransi.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan kebijakan penyesuaian terkait Penjualan Produk Asuransi Yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI). Adapun penyesuaian ini dengan memperbolehkan penjualan PAYDI secara digital melalui video conference atau tatap muka virtual oleh perusahaan asuransi.

Foto: pixabay
Nasabah pembeli polis harus menerima informasi menyeluruh mengenai asuransi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan kebijakan penyesuaian terkait Penjualan Produk Asuransi Yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI). Adapun penyesuaian ini dengan memperbolehkan penjualan PAYDI secara digital melalui video conference atau tatap muka virtual oleh perusahaan asuransi.

Dewan Komisoner Pengawas Industri Keuangan Nonbank OJK Riswinandi mengatakan pemasaran produk melalui digital harus tetap memperhatikan kualitas dan kemampuan perusahaan asuransi tersebut.

“Nasabah pembeli polis harus menerima informasi menyeluruh mengenai asuransi tersebut baik mengenai keuntungan hingga risiko dari asuransi tersebut,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (5/6).

Menurutnya keringanan industri asuransi jiwa dapat memasarkan produk melalui kanal digital karena adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Adapun kebijakan ini untuk karena terjadi penurunan pertumbuhan premi dan jumlah polis baru akibat pandemi Covid-19.

“Pembicaraan saat tatap muka virtual harus direkam, sehingga jika terjadi dispute kemudian hari dapat dipastikan dengan adanya rekaman tersebut,” ucapnya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA