Sunday, 7 Rajab 1444 / 29 January 2023

Performa Pasar Modal Syariah Indonesia Terbagus di OKI

Kamis 04 Jun 2020 17:27 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Fuji Pratiwi

 Direktur Bidang Hukum, Promosi dan Hubungan Eksternal Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Taufiq Hidayat memberikan paparan didampingi Direktur Pendidikan dan Penelitian Keuangan Syariah KNEKS Sutan Emir Hidayat saat berkunjung ke Kantor Republika, Jakarta, beberapa waktu lalu. KNEKS menyampaikan, melihat indeks pergerakan bursa saham Islam, Indonesia mencatat performa paling baik.

Direktur Bidang Hukum, Promosi dan Hubungan Eksternal Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Taufiq Hidayat memberikan paparan didampingi Direktur Pendidikan dan Penelitian Keuangan Syariah KNEKS Sutan Emir Hidayat saat berkunjung ke Kantor Republika, Jakarta, beberapa waktu lalu. KNEKS menyampaikan, melihat indeks pergerakan bursa saham Islam, Indonesia mencatat performa paling baik.

Foto: Republika/Prayogi
Wabah Covid-19 dapat menjadi momentum untuk negara-negara Islam menerbitkan sukuk.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Pendidikan dan Penelitian Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Sutan Emir Hidayat menyampaikan, melihat indeks pergerakan bursa saham Islam, Indonesia mencatat performa paling baik, diikuti oleh Bahrain dan Bangladesh di kala pandemi Covid-19. Menurut data indeks Jakarta Islamic Index (JII) dalam rata-rata lima bulan terakhir masih mencatat pertumbuhan 0,27 persen.

Sementara Bahrain dan Bangladesh mencatat pertumbuhan rata-rata masing-masing 0,25 persen. Pertumbuhan sukuk negara-negara Organisasi Kerja sama Islam (OKI) juga diproyeksi turun. Indeks imbal hasil sukuk per Desember 2019 hingga April 2020 menunjukkan penurunan dengan puncak pada Maret menjadi -0,32 persen.

Baca Juga

S&P Ratings memproyeksikan penerbitan sukuk turun dari 162 miliar dolar AS pada 2019 menjadi 100 miliar dolar AS pada 2020. Nilai outstanding sukuk secara global pada 2019 sendiri tercatat sebesar 574,1 miliar dolar AS, naik dibandingkan 2018 yang sebesar 454,5 miliar dolar AS.

Wabah Covid-19 dapat menjadi momentum untuk negara-negara Islam menerbitkan sukuk dalam membantu pemulihan ekonomi. Menurut laporan Islamic Finance Development Indicator (IFDI) tahun 2019, aset keuangan syariah global pada 2018 tercatat 2,5 triliun dolar AS.

Emir menyampaikan, kinerja sektor keuangan syariah Indonesia lebih baik. Khususnya dalam indikator indeks pasar modal syariah juga pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB).

Direktur Bidang Hukum, Promosi, dan Hubungan Eksternal KNEKS Taufik Hidayat menambahkan, kondisi ekonomi syariah Indonesia yang lebih baik ini dapat dimanfaatkan untuk menjaring investasi dan kolaborasi. Fundamental pasar modal juga pasar keuangan Indonesia sangat menarik bagi para investor global.

"Kita cari opportunity di investasi, karena fundamental masih bagus tapi undervalue. Ini akan jadi satu keuntungan untuk investor," kata dia.

KNEKS sendiri telah mengajukan sejumlah rekomendasi terkait investasi sektor keuangan syariah baik jangka pendek maupun jangka panjang. Rekomendasi telah diajukan kepada pemerintah melalui Wakil Presiden RI, KH Ma'ruf Amin yang juga Ketua Harian KNEKS. 

 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA