Wednesday, 17 Zulqaidah 1441 / 08 July 2020

Wednesday, 17 Zulqaidah 1441 / 08 July 2020

Masifkan Pelacakan, Jokowi Minta Data Pasien Dilindungi

Kamis 04 Jun 2020 14:28 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Ratna Puspita

Presiden Joko Widodo (kanan)

Presiden Joko Widodo (kanan)

Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan
Jokowi ingin pemerintah tetap dapat bertindak cepat mencegah Covid-19 meluas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar data pasien Covid-19 tetap dilindungi karena merupakan hak privasi pasien. Kendati demikian, ia meminta agar pemerintah tetap dapat bertindak secara cepat untuk mencegah penyebaran virus lebih meluas.

Baca Juga

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat konferensi pers selepas rapat terbatas, Kamis (4/6). “Data pasien harus dilindungi sesuai dengan UU, tetapi dapat dianalisis dengan cepat untuk pengambilan keputusan. Jadi, Bapak Presiden tetap meminta supaya ada perlindungan terhadap data tentang pasien, terutama hak privasi dari pasien,” kata Muhadjir.

photo
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko-PMK) Muhadjir Effendy (tengah) - (Republika/Wilda Fizriyani)

Dalam ratas ini, Presiden Jokowi juga menginstruksikan jajarannya agar segera memperbaiki manajemen satu data guna mempercepat penanganan Covid-19. Manajemen pelaporan dari berbagai pihak pun harus dilakukan secara real time sehingga pemerintah juga dapat segera mengambil keputusan.  

“Jadi, Bapak Presiden memerintahkan kepada jajaran gugus tugas dan Kemenko PMK untuk segera memperbaiki menyempurnakan data. Manajemen pelaporan harus se-real time mungkin dari berbagai sumber untuk kebutuhan pengambilan keputusan dan satu pintu,” ucapnya.

Muhadjir pun berjanji akan terus membenahi manajemen data satu pintu ini. Kendati demikian, pelaksanaannya akan memakan waktu. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA