Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Pembatasan Mulai Dilonggarkan, Bisnis Uber Berangsur Pulih

Kamis 04 Jun 2020 14:02 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Fuji Pratiwi

Aplikasi Uber. Uber Technologies Inc menyatakan, permintaan perjalanan meningkat secara bertahap.

Aplikasi Uber. Uber Technologies Inc menyatakan, permintaan perjalanan meningkat secara bertahap.

Foto: Mashable
Lonjakan pesanan pengiriman makanan pada Uber Eats terjadi pada kuartal pertama.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON DC -- Uber Technologies Inc menyatakan, permintaan perjalanan meningkat secara bertahap. Meski jumlahnya masih di bawah permintaan pada tahun sebelumnya.

Peningkatakan itu dikarenakan beberapa negara mulai melonggarkan pembatasan wilayahnya. Seperti diketahui, banyak negara melakukan pembatasan bahkan karantina wilayan demi mencegah penyebaran wabah virus corona. 

Baca Juga

Chief Executive Officer Uber Technologies Inc Dara Khosrowshahi mengatakan, saat ini permintaan perjalanan turun sekitar 70 persen dibandingkan tahun lalu, sedikit lebih rendah dari penurunan 80 persen pada April. Dia mengatakan, bisnis perusahaan meningkat berdasarkan pekan ke pekan.

Dilansir Reuters pada Kamis (4/6), Khosrowshahi menuturkan, lonjakan pesanan pengiriman makanan pada Uber Eats terjadi pada kuartal pertama. Hal itu tidak menunjukkan tanda-tanda melambat pada Mei, ini meredakan kekhawatiran investor yang mengira pelonjakan tersebut hanya akan terjadi sekali selama pandemi. 

Khosrowshahi menambahkan, ridership di Hong Kong termasuk yang baik karena Hong Kong menjadi salah satu kota paling sukses di dunia dalam mengatasi wabah virus corona. Kondisi kota itu sudah 80 persen pulih dari corona. 

Rival Uber yakni Lyft Inc juga memberi sinyal bisnis transportasinya mulai pulih. Dikatakan, permintaan pada platform Lyft naik 26 persen pada Mei dibandingkan bulan sebelumnya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA