Tuesday, 16 Zulqaidah 1441 / 07 July 2020

Tuesday, 16 Zulqaidah 1441 / 07 July 2020

China Longgarkan Penerbangan Masuk bagi Maskapai Asing

Kamis 04 Jun 2020 13:40 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Christiyaningsih

Lobi keberangkatan di Bandara Internasional Daxing, Beijing, China. China akan membuka lebih banyak akses penerbangan asing. Ilustrasi.

Lobi keberangkatan di Bandara Internasional Daxing, Beijing, China. China akan membuka lebih banyak akses penerbangan asing. Ilustrasi.

Foto: AP
China akan membuka lebih banyak akses penerbangan asing

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- China mengumumkan akan membuka lebih banyak maskapai penerbangan asing terbang ke daratan, Kamis (4/6). Pernyataan ini muncul tidak lama setelah Amerika Serikat (AS) melarang maskapai penerbangan China masuk.

Administrasi Penerbangan Sipil China (CAAC) mengatakan maskapai asing yang memenuhi syarat yang saat ini dilarang melakukan penerbangan akan diizinkan melakukan penerbangan sekali sepekan ke kota yang mereka pilih mulai 8 Juni. Meskipun merupakan bagian dari China, Hong Kong dan Makau memiliki otoritas penerbangan masing-masing dan menetapkan aturan mereka sendiri.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah melarang maskapai penerbangan China terbang ke AS mulai 16 Juni. Langkah ini merupakan upaya menekan Beijing untuk membiarkan maskapai penerbangan AS melanjutkan penerbangan ke negara itu.

CAAC pada akhir Maret menyatakan maskapai penerbangan China hanya bisa mempertahankan satu penerbangan penumpang mingguan pada satu rute ke negara tertentu. Maskapai penerbangan tidak dapat terbang melebihi jumlah penerbangan yang mereka dapatkan pada 12 Maret.

Tapi, maskapai penumpang AS telah menghentikan semua penerbangan pada 12 Maret. Maskapai AS sama sekali tidak dapat melanjutkan penerbangan ke China setelah pembatasan bepergian yang ditetapkan pemerintah karena mencegah penyebaran virus corona.

CAAC juga mengatakan semua maskapai akan diizinkan untuk meningkatkan jumlah penerbangan internasional yang melibatkan China menjadi dua per pekan. Pelonggaran ini dapat diambil jika tidak ada penumpang yang ikut memiliki hasil tes positif Covid-19 selama tiga pekan berturut-turut.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA