Friday, 19 Zulqaidah 1441 / 10 July 2020

Friday, 19 Zulqaidah 1441 / 10 July 2020

Konflik di Mediterania Timur, Turki Peringatkan Yunani

Kamis 04 Jun 2020 04:21 WIB

Rep: Merve Aydogan/ Red: Elba Damhuri

Bendera Turki di jembatan Martir, Turki

Bendera Turki di jembatan Martir, Turki

Foto: AP
Turki mengeluarkan izin baru untuk eksplorasi minyak di Mediterania Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki pada Selasa (2/6) mengatakan bahwa negaranya bertekad untuk "melindungi hak-hak Turki dan otoritas Siprus Turki di Mediterania Timur". Dalam sebuah pernyataan, jubir Hami Aksoy mengatakan bahwa langkah Turkish Petroleum mengajukan izin mengeksplorasi minyak dan kegiatan pengeboran di Mediterania Timur baru-baru ini adalah bagian dari batas landas kontinen PBB untuk Turki.

Aksoy menggarisbawahi bahwa Turki "akan secara tegas terus menggunakan hak-hak kedaulatannya dalam hal ini". Dia mengatakan "penelitian seismik dan kegiatan pengeboran di negara itu dilakukan sesuai dengan program yang ditentukan sebelumnya".

Pernyataan Aksoy itu datang tak lama setelah Menteri Luar Negeri Yunani Nikos Dendias mengeklaim Turki mengerahkan sarana "ilegal" di Mediterania Timur. Selain itu, Duta Besar Turki di Athena Burak Ozugergin pada Selasa mengatakan bahwa Athena tak menjawab seruan Ankara untuk berdialog.

Menurut sumber-sumber diplomatik, Ozugergin menghadiri pertemuan di Kementerian Luar Negeri Yunani. Ia juga mengatakan posisi Turki jelas dan transparan dalam berbagai masalah termasuk eksplorasi dan ekstraksi hidrokarbon.

Turki beberapa kali berusaha untuk berdialog dengan Yunani mengenai masalah ini. Namun, dia menambahkan, Athena enggan memberikan tanggapan.

Republik Turki Siprus Utara didirikan pada tahun 1983, menyusul kudeta yang bertujuan mencaplok Siprus oleh Yunani pada 1974. Ankara harus melakukan intervensi sebagai kekuatan penjamin.

Beberapa dekade sejak itu telah terlihat beragam upaya untuk menyelesaikan perselisihan Siprus. Semuanya berakhir dengan kegagalan. Yang terbaru diadakan dengan partisipasi negara-negara penjamin--Turki, Yunani, dan Inggris--berakhir pada 2017 di Swiss.

Turki secara konsisten menentang pengeboran sepihak oleh pemerintah Siprus Yunani di Mediterania Timur. Turki menegaskan bahwa Republik Turki Siprus Utara (TRNC) juga memiliki hak atas sumber daya di daerah tersebut.

Sejak tahun lalu, Ankara mengirim kapal-kapal pengeboran ke Mediterania Timur. Ankara menegaskan hak Turki dan TRNC untuk sumber daya wilayah tersebut.

Athena dan Siprus Yunani menentang langkah itu. Mereka mengancam akan menangkap awak kapal dan meminta para pemimpin Uni Eropa untuk bergabung dengan mereka.

 

https://www.aa.com.tr/id/turki/kemlu-turki-kami-akan-terus-lindungi-hak-kami-di-mediterania-timur/1862137

sumber : Anadolu Agency
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA