Kamis 04 Jun 2020 00:21 WIB

New Normal, GoFood Perketat Protokol Keamanan Makanan

Masuki Tatanan Normal Baru, GoFood Perketat Protokol Keamanan Makanan

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id
Masuki Tatanan Normal Baru, GoFood Perketat Protokol Keamanan Makanan. (FOTO: Reuters/Beawiharta)
Masuki Tatanan Normal Baru, GoFood Perketat Protokol Keamanan Makanan. (FOTO: Reuters/Beawiharta)

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

GoFood menerapkan standar BPOM sebagai kepatuhan platfrom terhadap standar kesehatan dalam memasuki tatanan baru yang memperketat protokol kebersihan dan kesehatan di tengah pandemi.

Standar tersebut yakni "Pedoman Produksi dan Distribusi Makanan Olahan pada Masa Status Darurat Kesehatan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia" yang dicanangkan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Pedoman tersebut mencakup aspek sanitasi, higienitas, dan kesehatan personel, serta pembatasan jarak fisik pada masa pandemi Covid-19.

Baca Juga: Gojek Dapat Kucuran Dana Baru dari Facebook dan PayPal, GoPay dan PayPal Bakal Terhubung?

"Mitra merchant GoFood sudah memahami kebersihan dan higienitas sebagai hal yang mutlak diperhatikan untuk menjaga kepercayaan pelanggan. Lebih dari itu, kami terus mengedukasi mitra secara rutin serta mengembangkan inovasi pada aplikasi," ujar Marsela Renata, Head of Marketing GoFood dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/6/2020).

Lanjutnya, GoFood juga merancang kanal khusus "Pilihan Resto Higienis" di aplikasi GoFood yang berisi daftar merchant yang telah menerapkan minimal tiga dari enam langkah utama keamanan makanan GoFood, yaitu penggunaan masker, pengukuran suhu tubuh, dan penggunaan segel pengaman kemasan makanan. Mitra GoFood, menurut Marsela, juga secara aktif mengirimkan dokumentasi foto sebagai persyaratan verifikasi dari tim GoFood dan akan ditambahkan secara bertahap ke kanal tersebut.

Di samping itu, standar GoFood bagi mitra merchant untuk menjaga kebersihan makanan juga sesuai dengan panduan dari World Health Organization (WHO), yaitu: (1) Penggunaan masker bagi seluruh karyawan; (2) Pengecekan suhu tubuh karyawan secara rutin; (3) Penggunaan segel pengaman (selotip atau kabel pengerat saat pengantaran); (4) Memberikan jarak antrean bagi para mitra driver dan pelanggan; (5) Sterilisasi area restoran dengan disinfektan secara berkala; (6) Menyediakan tempat cuci tangan dan sabun cuci tangan bagi para karyawan dan mitra driver.

Sementara itu, mitra driver sebagai pengantar makanan juga diwajibkan mengukur suhu tubuh  dan melakukan disinfeksi kendaraan, di mana status kedua hal ini dapat dipantau oleh pelanggan melalui aplikasi Gojek. GoFood adalah layanan pesan-antar makanan pertama di Indonesia yang menyediakan fitur ini.

"Untuk memperkuat penerapan protokol keamanan dan kebersihan makanan yang ditegaskan sejak awal masa pandemi, GoFood telah membekali 50.000 outlet mitra UMKM dengan masker serta ribuan paket sanitasi dan keamanan makanan, seperti sejumlah hand sanitizer, sabun antiseptik, kantong belanja GoFood, serta segel pengaman kemasan," tambah Marsela.

Selain protokol kebersihan, GoFood juga mengembangkan berbagi inovasi guna terus menjaga keamanan pada layanan pesan-antar makanan sebagai bagian dari tatanan baru di tengah situasi pandemi, yaitu:

(1) Inovasi contactless delivery melalui teks pesan cepat yang diterapkan sejak awal pandemi untuk mengurangi kontak fisik antara driver dan pengguna; 

(2) Fitur pembayaran nontunai melalui GoPay dan Paylater yang terus didorong dalam bertransaksi guna mengurangi kontak fisik;

(3) Protokol keamanan mitra driver melalui "Posko Aman" di mana mitra driver yang mengantar makanan secara rutin diperiksa suhu tubuhnya dan disanitasi kendaraannya;

(4) Penampilan status suhu tubuh mitra driver dan kebersihan kendaraan di aplikasi saat pengguna memesan makanan;

(5) Layanan "GoFood Pickup" yang diluncurkan pada awal tahun membantu masyarakat untuk memastikan keamanan makanannya dengan mengambil sendiri pesanan di outlet merchant;

(6) Kategori "Siap Masak" yang ditambahkan sebagai pilihan bagi masyarakat yang ingin menyiapkan sendiri makanannya di rumah, sekaligus mendorong volume transaksi mitra merchant dengan pilihan menu baru.

Kanal khusus informasi upaya GoFood mengurangi penyebaran Covid-19 pada layanan GoFood.

Menurut Direktur Pengawasan Pangan Olahan Risiko Sedang dan Rendah BPOM, Emma Setyawati, virus corona ini memang bukan foodborne disease-tidak ditularkan di makanan. BPOM mencoba mengelola manajemen peredaran pangan agar makanan tetap aman. BPOM tidak sendiri, ada pihak lain, seperti produsen, distributor, dan jasa pengantaran. Banyak yang dilibatkan.

"Dari sana kami mengelolanya ke dalam Pedoman Produksi dan Distribusi Pangan Olahan. Buku ini bisa diunduh. Kemudian, yang dilakukan BPOM selanjutnya adalah tindak lanjut buku ini. Misalnya, pertemuan video conference dengan banyak pihak, termasuk GoFood salah satunya. Lalu memastikan bahwa selain keamanan pangan, gizinya harus tetap sesuai," terang Emma.

Sebelumnya, GoFood telah melakukan berbagai inisiatif untuk membantu mitra UMKM tetap berjualan di masa sulit ini melalui program bantuan yang berfokus pada: memaksimalkan pendapatan mitra merchant GoFood dengan program promosi; meringankan beban operasional dan pengeluaran merchant melalui distribusi paket sanitasi dan keamanan makanan dan voucher belanja bahan pokok; serta menjaga volume transaksi melalui berbagai inovasi baru.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement