Saturday, 13 Zulqaidah 1441 / 04 July 2020

Saturday, 13 Zulqaidah 1441 / 04 July 2020

Curhat Lampard Soal Pengabdian Abadi untuk Chelsea (Bag.2)

Rabu 03 Jun 2020 21:20 WIB

Rep: Frederikus bata/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Manajer Chelsea Frank Lampard mengacungkan jempol usai laga Leicester City melawan Chelsea  di King Power Stadium, Leicester, Inggris Sabtu (1/2)

Manajer Chelsea Frank Lampard mengacungkan jempol usai laga Leicester City melawan Chelsea di King Power Stadium, Leicester, Inggris Sabtu (1/2)

Foto: Chris Radburn/Reuters
Namun yang bersangkutan tidak peduli dengan semua reaksi tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, Pelajaran lainnya, bagaimana ia menjadi pelatih di Chelsea. Berbekal pengalaman setahun di Derby, Lampard menuju Stamford Bridge. 

Ia mendengar suara-suara dari luar lapangan. Ada yang mengatakan ia terpilih karena berstatus legenda hidup klub. Kemudian Chelsea sedang dihukum tidak boleh membeli pemain baru. Larangan tersebut membuat klub lebih mudah menunjuk pelatih pendatang baru seperti Lampard. 

Namun yang bersangkutan tidak peduli dengan semua reaksi tersebut. "Saya hanya melihatnya sebagai kesempatan untuk datang ke tempat yang saya sukai, dan memberikan yang terbaik," ujar pemilik 106 caps tim nasional Inggris ini. 

Ia merasa percaya diri berada di kursi pelatih London Biru. Sejak awal, Lampard paham, bukan perkara mudah bagi tim ini menembus zona empat besar. Banyak yang meragukan kemampuan skuat Chelsea musim 2019/2020. 

Lampard ingin membuktikan, orang-orang salah menilai mereka. Sepanjang musim 2019/2020 bergulir ia mampu menyatukan pemain muda dan para jugador senior. 

Berikutnya tentang menghasilkan skuat dengan banyak pemain muda jempolan. Pada awal kedatangan ke Stamford Bridge, prioritas Lampard bekerja sama dengan akademi. 

Tujuannya, mencari jugador belia yang memiliki kualitas mumpuni, untuk dikembangkan. Ia mencari informasi semua pemain akademi. 

Siapa saja yang berlatih dengan baik, dan pantas mendapat kesempatan ke tim utama. Pada akhirnya, ia cukup puas dengan progres yang terjadi. Tambahan sederet jebolan akademi, bisa mengisi pos yang dibutuhkan Lampard. 

"Jadi saya senang dengan pasukan yang kami miliki. Kami bisa memberikan kesegaran di area yang tepat. Kami semua tahu tentang hal itu," tutur sosok yang pensiun di New York City tersebut. 

Liga Primer Inggris musim 2019/2020 terhenti pada pekan ke-19. Chelsea berada di peringkat keempat klasemen sementara kompetisi terelit Negeri Ratu Elizabeth. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA