Thursday, 8 Zulhijjah 1443 / 07 July 2022

Emma Watson Tunjukkan Solidaritas untuk George Floyd

Rabu 03 Jun 2020 20:26 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah

Aktris Emma Watson turut menunjukkan solidaritasnya terhadap kematian pria kulit hitam George Floyd oleh aparat kepolisian di Amerika Serikat (AS) (Foto: Emma Watson)

Aktris Emma Watson turut menunjukkan solidaritasnya terhadap kematian pria kulit hitam George Floyd oleh aparat kepolisian di Amerika Serikat (AS) (Foto: Emma Watson)

Foto: EW
Emma Watson mengaku sangat bersimpati dengan insiden tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktris Emma Watson turut menunjukkan solidaritasnya terhadap kematian pria kulit hitam George Floyd oleh aparat kepolisian di Amerika Serikat (AS) beberapa waktu lalu. Bintang Harry Potter itu mengaku sangat bersimpati dengan insiden tersebut.

"Saya melihat kemarahan, kesedihan, dan rasa sakit Anda," kata Emma dalam unggahan di Instagram pribadinya. 

Baca Juga

Ia juga membagikan karya seni milik Dr. Fahamu Pecou, berjudul "White Lies, Subtleties, Micro-Aggressions and Other Choking Hazards". Karya seni itu mengkritisi bagaimana supremasi kulit putih berkembang menjadi sistem yang hierarki dan eksploitatif. Bagi Emma, supremasi kulit putih atau anggapan bahwa ras putih lebih superior dibanding ras lainnya, harus segera diakhiri.

"Ada begitu banyak rasisme, baik di masa lalu dan sekarang yang tidak diakui atau diperhitungkan. Supremasi kulit putih adalah salah satu sistem hierarki, dominasi, eksploitasi dan penindasan, yang dijahit erat ke masyarakat," tegas Emma seperti dikutip dari Metro, Rabu (3/6).

Menurut Emma, dewasa ini, sikap antirasis tak lagi cukup hanya diterapkan oleh individu. Namun perlu gerakan masif untuk terus membumikan perlawanan rasial dan ketidaksetaraan.

"Sebagai individu kita mungkin telah bekerja keras untuk menjadi anti-rasis, tapi ternyata kita perlu bekerja lebih keras untuk secara aktif mengatasi rasisme struktural dan institusional di sekitar kita," ungkap Emma.

Perempuan berusia 30 tahun tersebut juga bersikeras bakal menggunakan akun media sosialnya untuk berbagi sejumlah riset dan pengetahuan lain tentang pentingnya menyudahi sikap rasisme.

"Saya merasakan kemarahan, kesedihan, dan rasa sakit Anda. Saya tidak tahu seperti apa rasanya ini bagi Anda, tetapi itu tidak berarti saya tidak merasakannya," kata Emma.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA