Saturday, 13 Zulqaidah 1441 / 04 July 2020

Saturday, 13 Zulqaidah 1441 / 04 July 2020

DKI Kaji Protokol Kesehatan Tempat Hiburan

Rabu 03 Jun 2020 17:41 WIB

Red: Indira Rezkisari

Kementerian Perdagangan akan membuka kembali aktivitas perdagangan seperti pasar rakyat, toko swalayan, pusat perbelanjaan serta tempat hiburan secara bertahap di masa new normal. DKI Jakarta menyiapkan protokol kesehatan bagi tempat hiburan ketika new normal.

Kementerian Perdagangan akan membuka kembali aktivitas perdagangan seperti pasar rakyat, toko swalayan, pusat perbelanjaan serta tempat hiburan secara bertahap di masa new normal. DKI Jakarta menyiapkan protokol kesehatan bagi tempat hiburan ketika new normal.

Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
DKI akan lakukan pengawasan ketat setiap tamu dan karyawan tempat hiburan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih mengkaji protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 di tempat hiburan sebagai persiapan new normal. Protokol kesehatan difokuskan agar tempat hiburan terhindar dari penyebaran virus corona.

"Lagi disusun bareng-bareng, antara Dinas Pariwisata, pelaku industri, asosiasi dan Dinas Kesehatan untuk prosedur Covid-19 ketika tempat-tempat itu dibuka lagi," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia, Rabu (3/6).

Pihaknya akan melakukan pengawasan secara ketat kepada setiap tamu dan karyawan tempat hiburan sehingga diharapkan tidak ada lagi penyebaran Covid-19, meski nantinya beroperasi kembali. "Nantinya apapun yang dilakukan ini harus bisa menekan penyebaran virus. Kaidah physical distancing, kebersihan, itu yang utama untuk karyawan ataupun tamu. Semuanya harus dipersiapkan secara matang, termasuk physical distancing-nya seperti apa di lapangan," ujarnya.

Untuk pembukaan tempat hiburan dan griya pijat tersebut, Cucu mengaku belum bisa menjelaskannya. Alasannya harus ada juga pertimbangan dari Gugus Tugas Covid-19.

"Kalau perkiraan, saya belum bisa pastikan, karena tim Gugus Tugas Covid-19 yang punya wewenang untuk menentukan sebuah kegiatan itu aman atau tidak beroperasi lagi," kata dia.

Sejak PSBB diterapkan di Jakarta pada 10 April lalu, kedua tempat itu ditutup sementara. Namun hingga PSBB periode ketiga akan berakhir pada 4 Juni 2020, belum ada kepastian apakah keduanya kembali dibuka atau tidak.





Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA