Friday, 19 Zulqaidah 1441 / 10 July 2020

Friday, 19 Zulqaidah 1441 / 10 July 2020

Atasi Corona di Makanan Olahan, Ini Upaya BPOM

Rabu 03 Jun 2020 16:31 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Friska Yolandha

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berupaya mengatasi berkembangnya virus corona SARS-CoV2 (Covid-19) di produk-produk makanan olahan. Salah satunya mengelola manajemen peredaran pangan hingga membuat pedoman produksi dan distribusi pangan olahan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berupaya mengatasi berkembangnya virus corona SARS-CoV2 (Covid-19) di produk-produk makanan olahan. Salah satunya mengelola manajemen peredaran pangan hingga membuat pedoman produksi dan distribusi pangan olahan.

Foto: Pxfuel
Pangan aman jika terbebas dari tiga cemaran, yaitu cemaran biologi, kimia, dan fisik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berupaya mengatasi berkembangnya virus corona SARS-CoV2 (Covid-19) di produk-produk makanan olahan. Salah satunya mengelola manajemen peredaran pangan hingga membuat pedoman produksi dan distribusi pangan olahan.

Direktur Pengawasan Pangan Olahan Risiko Sedang dan Rendah pada Deputi Pengawasan Pangan Olahan BPOM Emma Setyawati mengatakan, pangan bisa dikatakan aman jika terbebas dari tiga cemaran. Ketiganya, yaitu cemaran biologi, cemaran kimia, dan cemaran fisik.

Sementara itu, penularan Covid-19 terjadi utamanya dari tangan ke tangan, dari percikan ludah (droplet) dan jika tidak dijaga, ini bisa terjadi ketika produksi pangan mulai dari produksinya, kemudian perpindahan tangan dari produsen ke distributor. Selain itu, peredaran pangan bisa juga tercemar dari distributor ke masyarakat.

"Kemudian BPOM mencoba untuk mengelola manajemen peredaran pangan, bagaimana menangani pangan ini. Sehingga makanan pada saat dikonsumsi bisa aman," ujarnya saat video conference di akun Youtube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rabu (3/6).

Kendati demikian, ia menegaskan BPOM tidak bisa bekerja sendiri. Ia menyebut pihaknya telah menggandeng pihak lain seperti produsen, distributor, hingga jasa pengantar. Artinya, dia melanjutkan, banyak pihak yang dilibatkan, kemudian BPOM kemudian mengelolanya menjadi satu buku pedoman untuk produksi dan distribusi pangan olahan. 

Ia menjelaskan, sebenarnya pedoman produksi dan distribusi pangan olahan telah ditetapkan dan diterapkan sejak dulu. Hanya bedanya kini ada penambahan protokol kesehatan, yaitu bagaimana tetap lebih baik di rumah.

Kalau keluar, pastikan ada physical distancing, terapkan protokol cuci tangan dengan sabun selama 20 detik, memakai hand sanitizer, jangan berdesak-desakan di sarana produksi.

"Kemudian pangan bisa aman sampai konsumen," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA