Sunday, 14 Zulqaidah 1441 / 05 July 2020

Sunday, 14 Zulqaidah 1441 / 05 July 2020

Mumbai akan Dihantam Badai Terburuk dalam 70 Tahun Terakhir

Rabu 03 Jun 2020 16:28 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/Idealisa/ Red: Teguh Firmansyah

Angin Topan (ilustrasi)

Angin Topan (ilustrasi)

Foto: AP
Sebanyak 100 ribu warga Mumbai telah dievakuasi ke tempat lebih aman.

REPUBLIKA.CO.ID, MUMBAI -- Topan Nisarga diperkirakan akan memicu hujan lebat dan angin kencang berkecepatan 120 kilometer per jam, ketika mendarat pada Rabu (3/6) sore di Mumbai. Nisarga merupakan topan kategori 4, dan menjadi yang terburuk melanda Mumbai selama lebih dari 70 tahun.

"Badai siklon di Laut Arab sangat mungkin meningkat menjadi Badai Siklon parah selama enam jam ke depan," ujar Departemen Meteorologi India, dilansir Aljazirah.

Topan Nisarga dapat memperburuk perekonomian Mumbai di tengah pandemi virus Corona. Pelabuhan peti kemas terbesar di India, Jawaharlal Nehru Port, di pinggiran Mumbai telah diperintahkan untuk tutup selama 24 jam. 

Setidaknya 100 ribu orang termasuk beberapa pasien virus Corona telah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. Ketua Menteri Maharashtra, Uddhav Balasheb Thackeray mengatakan, penduduk di daerah kumuh Mumbai telah diperintahkan untuk mengungsi.

Sementara, 150 pasien virus Corona telah dipindahkan dari rumah sakit di dekat pantai. Pejabat Pasukan Bencana Nasional (NDRF) mengatakan, pihaknya melakukan perawatan ekstra untuk mencegah gangguan pasokan listrik di seluruh rumah sakit. NDRF telah memobilisasi 32 tim dan 1500 anggota telah disiapkan untuk membantu evakuasi.

Mumbai terakhir kali menghadapi badai topan hebat pada 1948. Ketika itu, badai topan menewaskan 12 orang dan melukai lebih dari 100 orang. Mumbai sudah biasa menghadapi banjir ketika musim hujan. Namun, seorang ilmuwan Iklim di Universitas Colombia, Adam Sobel khawatir, Mumbai tidak siap menghadapi angin kencang dan badai.

Komisioner bantuan Gujarat, Harshad Patel mengatakan, Topan Nisarga diperkirakan menghantam negara bagian Gujarat. Pihak berwenang telah mengevakuasi 79 ribu warga dari wilayah pantai. Patel mengatakan, 18 distrik di seluruh negara bagian akan mengalami hujan lebat dan angin kencang hingga 110 kph.

Nisarga adalah topan kedua yang menyerang India dalam waktu kurang dari seminggu. Pada 21 Mei, Topan Amphan menghantam pantai timur India termasuk Kolkata dan Bangladesh, serta menewaskan lebih dari 100 orang. Sejumlah bangunan hancur akibat topan tersebut. 

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA