Wednesday, 17 Zulqaidah 1441 / 08 July 2020

Wednesday, 17 Zulqaidah 1441 / 08 July 2020

Jenis Masker yang Direkomendasikan Dipakai Saat Olahraga

Rabu 03 Jun 2020 16:21 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Nora Azizah

Agar napas tak terganggu saat olahraga pakai masker, maka pilih jenis yang tepat (Foto: ilustrasi olahraga)

Agar napas tak terganggu saat olahraga pakai masker, maka pilih jenis yang tepat (Foto: ilustrasi olahraga)

Foto: www.freepik.com
Agar napas tak terganggu saat olahraga pakai masker, maka pilih jenis yang tepat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama pembatasan sosial skala besar (PSBB), pemerintah mewajibkan masyarakat menggunakan masker bila keluar rumah, termasuk saat berolahraga di luar ruangan. Agar napas tidak terganggu saat olahraga menggunakan masker, sebaiknya memilih jenis masker yang tepat. Namun, jenis masker apa yang direkomendasikan dokter?

Baca Juga

Spesialis Kedokteran Olahraga, dr Michael Triangto, SpKO mengatakan, ada banyak jenis masker yang dijual bebas. Namun, sebaiknya masyarakat bisa bijak menggunakan masker sesuai dengan jenis dan fungsinya.

Misalnya, masker jenis N95 akan sangat memengaruhi fungsi pernapasan. Namun, masker jenis ini hanya direkomendasikan dipakai para perugas medis, bukan orang awam.

Michael mengatakan, jenis masker yang disarankan dipakai saat olahraga di luar ruangan adalah jenis masker medis (masker bedah) atau masker kain. Saat ini, keduanya cukup mudah ditemukan di pasaran.

"Karena itu untuk berolahraga di luar ruang lebih dianjurkan menggunakan masker bedah atau masker kain yang banyak di pasaran," kata Michael dalam keterangan yang dikutip republika.co.id, Rabu (3/6).

​Ia mengingatkan di saat muncul rasa tidak nyaman atau merasa tidak sehat saat berolahraga menggunakan masker, maka latihan itu dapat langsung dihentikan. Dengan demikian tidak perlu terjadi sesuatu yang mengganggu keselamatan jiwa seseorang.

"Berolahraga yang sehat cukup dengan intensitas ringan sampai dengan sedang sehingga penggunaan masker tidak akan mempersulit sistem pernafasan dan tidak akan menimbulkan gangguan kesehatan terlebih lagi sehingga menyebabkan kematian," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA