Rabu 03 Jun 2020 16:02 WIB

Harga Masih Anjlok, Kementan: Oversuplai Masih Terjadi

Anjloknya harga cabai di tingkat petani terjadi di sentra-sentra Jawa Tengah-Timur.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Friska Yolandha
Pembeli memilih cabai merah di Pasar Induk Rau, Serang, Banten, Selasa (2/6). Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan, over suplai komoditas cabai masih terjadi sehingga mengakibatkan harga di tingkat petani terjun bebas.
Foto: ANTARA/ASEP FATHULRAHMAN
Pembeli memilih cabai merah di Pasar Induk Rau, Serang, Banten, Selasa (2/6). Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan, over suplai komoditas cabai masih terjadi sehingga mengakibatkan harga di tingkat petani terjun bebas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan, oversuplai komoditas cabai masih terjadi sehingga mengakibatkan harga di tingkat petani terjun bebas. Sebagai solusi, Kementan sementara tetap melakukan pemetaan neraca kebutuhan cabai antar daerah untuk melakukan distribusi pemerataan komoditas.

Kepala Distribusi Cadangan Pangan, Badan Ketahanan Pangan, Kementan, Inti Pertiwi menuturkan, respons permintaan di pasar tradisional untuk komoditas cabai belum meningkat. Padahal, pasar merupakan saluran utama penjualan cabai dari petani.

"Suplai sudah terjadi dan ada panen, cuma permintaan sangat sulit untuk naik. Upaya yang paling bisa adalah mendistribusikan cabai ke provinsi yang harganya naik," kata Inti kepada Republika.co.id, Rabu (3/6).

Ia menuturkan, anjloknya harga cabai di tingkat petani hingga di bawah Rp 10 ribu terutama terjadi di sentra-sentra Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di tengah pasokan yang melimpah, permintaan sangat rendah imbas wabah Covid-19.

BKP, lanjut dia, juga sudah menggelar rapat bersama para pemangku kepentingan, termasuk industri makanan pengguna cabai. Kementan, kata Inti akan menghubungkan industri dengan petani guna penyerapan cabai di tengah rendahnya harga.

Namun, ia mengakui bahwa kebutuhan industri akan cabai tidak sebesar permintaan di pasar. Karena itu, sembari membantu menghubungkan industri dan petani, pihaknya tetap mencari daerah-daerah yang membutuhkan tambahan pasokan cabai untuk memeratakan ketersediaan cabai.  

"Memang kita lebih banyak sisi produksi, tapi kalau produksi tidak terserap, petani juga yang rugi. Permintaan belum naik jadi ini harus berupaya keras," katanya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement