Monday, 15 Zulqaidah 1441 / 06 July 2020

Monday, 15 Zulqaidah 1441 / 06 July 2020

Seorang Gadis Tewas Bunuh Diri karena tak Ikut Kelas Online

Rabu 03 Jun 2020 15:34 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Teguh Firmansyah

Police Line (ilustrasi)

Police Line (ilustrasi)

Foto: www.nbcmiami.com
Gadis di India itu tak bisa ikut kelas online karena tidak ada akses internet.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Seorang gadis di India diduga bunuh diri setelah dia tidak dapat mengikuti kelas secara online lantaran tak punya akses internet maupun televisi. Devika Balakrishnan (14 tahun), anak dari seorang pekerja harian di distrik Malappuram, Kerala, India ditemukan meninggal dunia di sekitar rumahnya pada Senin lalu.

Laporan media India mengatakan, Balakrishnan meninggalkan rumah pada Senin sore. Tak lama kemudian, tubunya ditemukan telah hangus di sebuah tempat sepi di sekitar rumahnya. Sebotol minyak tanah kosong ditemukan di dekat jasad gadis remaja tersebut.

"Ada televisi di rumah, tetapi tidak berfungsi. Dia mengatakan kepada saya bahwa itu perlu diperbaiki, namun saya tidak bisa memperbaikinya. Saya juga tidak mampu membeli smartphone," ujar ayah gadis remaja itu, dilansir Aljazirah.

Menurut laporan media setempat, keluarga Balakrishnan hidup dalam kemiskinan. Mereka tergolong sebagai Dalit atau sebutan bagi orang-orang yang tidak mampu. Beberapa minggu lalu, ibu dari Balakrishnan telah melahirkan adiknya dan mereka mengalami kesulitan finansial. "Saya tidak tahu mengapa dia melakukan ini. Saya sudah bilang kita bisa mengambil opsi lain, yakni pergi belajar ke rumah teman," ujar ayah gadis remaja tersebut.

Pada 25 Maret, Pemerintah India memberlakukan lockdown untuk mencegah penyebaran virus Corona. Sejak saat itu sekolah ditutup, dan para siswa belajar di rumah secara online. Namun, jutaan anak yang keluarganya hidup dalam kemiskinan tidak mampu membeli perangkat smartphone untuk mengakses kelas belajar online.

Kematian Balakrishnan memicu aksi protes. Aktivis mahasiswa di Kerala turun ke jalan untuk menyoroti ketidaksetaraan para siswa di daerah miskin yang tidak dapat mengakses kelas secara online selama lockdown berlangsung. Kepala Serikat Pelajar Kerala, Abhijith KM mengatakan, tindakan pemerintah memberlakukan lockdown telah menempatkan siswa miskin di bawah tekanan.

"Seharusnya siswa miskin dapat memperoleh komputer dengan pinjaman bebas bunga untuk menghindari kasus serupa di masa depan," ujar Abhijith kepada Reuters.

Abhijith telah mengorganisir aksi protes di sejumlah distrik di Kerala, namun membatasi jumlah pengunjuk rasa sehingga dapat tetap mengikuti aturan jaga jarak sosial. Kepala Polisi distrik Malappuram, Abdul Kareem mengatakan, seorang petugas terluka ketika sekitar 28 mahasiswa mencoba memasuki kantor dinas pendidikan setempat.

Menteri pendidikan Kerala menyatakan kesedihan atas kematian gadis remaja itu, dan memerintahkan penyelidikan terhadap kematiannya. Wilayah Kerala memulai tahun akademik pada Senin. Kegiatan belajar mengajar disiarkan melalui televisi dan online bagi para siswa, karena sekolah belum diizinkan untuk buka kembali.

Menurut laporan Internet And Mobile Association of India pada 2018, Kerala adalah salah satu negara bagian India yang lebih kaya. Lebih dari setengah penduduknya memiliki akses internet.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA