Monday, 15 Zulqaidah 1441 / 06 July 2020

Monday, 15 Zulqaidah 1441 / 06 July 2020

PBB Butuh 2,5 M Dolar untuk Bantu Yaman

Rabu 03 Jun 2020 15:33 WIB

Rep: Anadolu Agency/ Red: Christiyaningsih

Seorang anak Yaman yang terkena wabah kolera dirawat di sumah sakit setempat di Sana

Seorang anak Yaman yang terkena wabah kolera dirawat di sumah sakit setempat di Sana

Foto: Yahya Arhab/EPA
Dibutuhkan hampir 2,5 miliar dolar AS untuk membantu Yaman pada akhir 2020

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA - Sekretaris Jenderal PBB mengumumkan pada Selasa bahwa organisasi kemanusiaan di Yaman menghadapi kebutuhan dana mendesak hampir 2,5 miliar dolar AS untuk membantu Yaman pada akhir 2020.

"Badan-badan bantuan memperkirakan bahwa mereka akan membutuhkan hingga 2,41 miliar dolar AS untuk menutupi bantuan penting dari Juni hingga Desember, termasuk program untuk melawan Covid-19," kata Antonio Guterres selama konferensi donor virtual yang diselenggarakan oleh PBB dan Arab Saudi untuk mengumpulkan bantuan bagi negara yang dilanda perang itu.

"Jika kita tidak mendapatkan pendanaan yang signifikan, lebih dari 30 dari 41 program utama PBB di Yaman akan ditutup dalam beberapa minggu ke depan," ujar dia.

Komite darurat virus corona Yaman mengatakan pada Senin bahwa tiga orang meninggal dunia karena virus tersebut, sehingga totalnya menjadi 80. Sementara jumlah kasus yang dikonfirmasi meningkat menjadi 323.

Yaman telah dirundung konflik sejak 2014, ketika Houthi memberontak dan menguasai sebagian besar wilayah negara, termasuk ibu kota Sana'a. Krisis meningkat pada 2015 ketika koalisi militer yang dipimpin Saudi meluncurkan kampanye udara besar-besaran untuk mengalahkan Houthi.

Sejak itu, puluhan ribu warga Yaman diyakini tewas dalam konflik tersebut. Menurut PBB, sebanyak 14 juta warga Yaman juga menderita kelaparan.


https://www.aa.com.tr/id/dunia/pbb-butuh-usd2-5-miliar-untuk-bantu-yaman-/1862980

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA