Monday, 22 Zulqaidah 1441 / 13 July 2020

Monday, 22 Zulqaidah 1441 / 13 July 2020

Beijing Ubah Kebijakan Dapatkan Pelat Nomor Polisi

Rabu 03 Jun 2020 14:31 WIB

Red: Nora Azizah

Warga Beijing yang belum memiliki kendaraan bermotor akan diprioritaskan mendapatkan nomor polisi sehingga kebijakan yang selama ini dilakukan melalui undian lebih rasional dan adil (Foto: ilustrasi kendaraan bermotor di Beijing)

Warga Beijing yang belum memiliki kendaraan bermotor akan diprioritaskan mendapatkan nomor polisi sehingga kebijakan yang selama ini dilakukan melalui undian lebih rasional dan adil (Foto: ilustrasi kendaraan bermotor di Beijing)

Foto: EPA-EFE/ Wu Hong
Warga Beijing yang belum memiliki kendaraan bermotor akan diprioritaskan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Warga Beijing yang belum memiliki kendaraan bermotor akan diprioritaskan mendapatkan nomor polisi sehingga kebijakan yang selama ini dilakukan melalui undian lebih rasional dan adil. Selama ini Ibu Kota China tersebut mengeluarkan satu pelat nomor kendaraan bermotor melalui undian yang diikuti ribuan pemohon.

Pemerintah Kota Beijing, Senin (1/6), mengumumkan rencana mengeluarkan 20.000 pelat nomor kendaraan berpenggerak energi terbarukan (NEV) pada Agustus. Nomor polisi diprioritaskan untuk keluarga yang belum memiliki kendaraan bermotor.

Selain itu, mulai tahun depan keluarga yang belum memiliki kendaraan bermotor juga bisa mengikuti undian untuk bersaing dengan pemohon individu. Pemohon dari kalangan keluarga akan mendapatkan kesempatan lebih daripada pemohon perorangan.

Meskipun demikian masih banyak surat keberatan yang diajukan oleh pemohon keluarga. Semua anggota keluarga, masing-masing seharusnya boleh mengikuti undian.

Baca Juga

Apabila salah satunya dapat, maka keluarga tersebut tidak boleh ikut undian lagi dalam jangka waktu 10 tahun ke depan. Meskipun memupuskan harapkan pasangan suami-istri untuk mendapatkan dua pelat nomor, kebijakan baru Pemkot Beijing telah meraih respons positif dari masyarakat.

"Peluang saya memang benar-benar tipis, tapi saya sangat membutuhkan mobil karena saya punya anak berusia empat tahun. Saya ingin punya mobil agar bisa mengantarkan anak ke TK setiap hari dan mengantar ibu ke rumah sakit untuk periksa kesehatan setiap saat. Sangat tidak nyaman ketika harus menunggu bus dalam keadaan hujan atau cuaca buruk," kata Li Wen, ibu rumah tangga yang sudah lima tahun ikut undian namun selalu gagal sebagaimana dikutip China Daily, Rabu (3/6).

Pada April lalu peserta undian pelat nomor di Beijing mencatat rekor terendah. Pemkot Beijing telah mengeluarkan 6.366 pelat nomor selama bulan April yang berarti satu nomor diambil dari setiap 2.898 peserta undian.

Otoritas setempat mengeluarkan kebijakan undian sejak 2011 untuk mengatasi kemacetan lalu lintas dan menekan polusi udara. Kemudian juga membuat aturan berbasis nomor akhir pelat seperti sistem ganjil-genap di Jakarta.

Di China, warga tidak bisa membeli kendaraan bermotor sebelum mendapatkan pelat nomor yang dikeluarkan setiap pemerintah daerah. Sistem undian hanya berlaku bagi kendaraan berbahan bakar minyak, sedangkan NEV berdasarkan antrean. Pada tahun ini Pemkot Beijing mengeluarkan 40.000 pelat baru untuk kendaraan BBM, dan 60.000 untuk NEV.

Rong Jun dari otoritas yang berwenang memberikan lisensi kendaraan bermotor Kota Beijing, mengakui bahwa kebijakan undian tersebut jauh dari sempurna, tapi akan disesuaikan dengan situasi di lapangan. Saat jumlah pemohon terus meningkat beberapa keluarga tidak bisa memiliki kendaraan selama beberapa tahun.

Sebaliknya, ada juga keluarga yang memiliki beberapa kendaraan dengan cara ilegal melalui sewa pelat nomor. Berdasarkan informasi, untuk mendapatkan pelat nomor secara ilegal seseorang harus mengeluarkan uang antara 60.000 hingga 200.000 yuan (Rp 120 juta-Rp 400 juta) tergantung kota. Semakin ramai sebuah kota, maka semakin mahal pula harga pelat nomor.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA