Sunday, 14 Zulqaidah 1441 / 05 July 2020

Sunday, 14 Zulqaidah 1441 / 05 July 2020

Pakai APD, Tenaga Medis Berisiko Kena Aneka Gangguan Kulit

Rabu 03 Jun 2020 12:25 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Reiny Dwinanda

Salah seorang petugas medis memperlihatkan wajahnya terluka oleh alat pelindung diri yang dipakai berhari-hari selama merawat pasien infeksi virus corona yang diisolasi.

Salah seorang petugas medis memperlihatkan wajahnya terluka oleh alat pelindung diri yang dipakai berhari-hari selama merawat pasien infeksi virus corona yang diisolasi.

Foto: Fox News via Asia Wire
Derajat keparahan gangguan kesehatan akibat pemakaian APD juga beragam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Petugas medis yang menggunakan alat pelindung diri (APD) dalam jangka waktu yang lama dan sering berisiko mengalami aneka gangguan kesehatan kulit. Tingkat keparahannya pun beragam.

"Pemakaian APD yang lebih intens ini memunculkan banyak keluhan, mulai dari iritasi atau rasa pedih saja, muncul ruam, dan lecet," jelas dr Abraham Arimuko SpKK.

Baca Juga

Selain itu, menurut Abraham, pemakaian APD juga bisa memunculkan bisul kecil-kecil. Ada kalanya, herpes timbul di sekitar sudut mulut.

"Selain itu, bisa timbul jerawat dan pigmentasi inflamasi, di mana kulit menjadi hitam-hitam," kata dokter spesialis kulit yang juga pakar dermatologi kosmetik dalam diskusi daring yang digagas Noroid belum lama ini.

"Paling menyedihkan adalah kulit menjadi hitam-hitam, karena ada iritasi kronis. Untuk petugas medis wanita yang masih muda, ini sangat menyedihkan," tuturnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA