Friday, 19 Zulqaidah 1441 / 10 July 2020

Friday, 19 Zulqaidah 1441 / 10 July 2020

Karantina Mandiri Penting Demi Hindari Wabah Gelombang Kedua

Rabu 03 Jun 2020 11:28 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Christiyaningsih

Petugas kesehatan memakai Alat Pelindung Diri (APD) saat merawat pasien di unit Perawatan Intensif di Rumah Sakit Royal Papworth di Cambridge, Inggris, Selasa (5/5). Petugas kesehatan NHS memakai level APD yang ditingkatkan di area berisiko lebih tinggi seperti perawatan kritis untuk meminimalkan penyebaran infeksi COVID-19 kepada petugas kesehatan.

Petugas kesehatan memakai Alat Pelindung Diri (APD) saat merawat pasien di unit Perawatan Intensif di Rumah Sakit Royal Papworth di Cambridge, Inggris, Selasa (5/5). Petugas kesehatan NHS memakai level APD yang ditingkatkan di area berisiko lebih tinggi seperti perawatan kritis untuk meminimalkan penyebaran infeksi COVID-19 kepada petugas kesehatan.

Foto: EPA-EFE / NEIL HALL
Inggris akan terapkan kebijakan karantina mandiri bagi warga dari luar negeri

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Menteri Dalam Negeri Inggris Priti Patel dan Menteri Transportasi Grant Shapps mengatakan kebijakan kewajiban karantina bagi pengunjung yang datang dari luar negeri sangat penting untuk menghindari wabah gelombang kedua. Rencananya kebijakan ini mulai diterapkan pada 8 Juni.

"Mulai Senin, orang-orang datang ke Inggris harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari," tulis para menteri itu di surat kabar Telegraph, Rabu (3/6).

Dalam kebijakan ini, semua orang yang datang dari luar negeri termasuk warga Inggris yang pulang harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari dan memberitahu di mana mereka tinggal selama isolasi. Kebijakan ini dikritik maskapai penerbangan, kelompok pengusaha, dan politisi.

"Detail perjalanan dan informasi kontak penumpang akan dibutuhkan, akan ada pos pemeriksaan dan denda," kata Patel dan Shapps.

Mereka menulis banyak spekulasi yang salah saat kebijakan kesehatan publik di perbatasan ini diumumkan. Dua menteri itu mengatakan saat ini pemeriksaan suhu tubuh dan tes Covid-19 tidak lagi efektif.

Menurut mereka penumpang yang terinfeksi bisa saja tidak mengalami gejala apa pun. Tes Covid-19 juga tidak bisa menemukan virus apabila penumpang baru saja terinfeksi.

"Itulah mengapa kami meminta mereka yang datang ke negara kami untuk mematuhi langkah-langkah yang dilakukan warga kami sendiri untuk melanjutkan upaya menghentikan penyebaran virus," kata Patel dan Shapps.

Mereka mengatakan pemerintah akan meninjau kembali langkah ini. Patel dan Shapps menambahkan pemerintah Inggris juga akan bekerja sama dengan industri transportasi untuk memperkenalkan kesepakatan dengan negara lain.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA