Sunday, 21 Zulqaidah 1441 / 12 July 2020

Sunday, 21 Zulqaidah 1441 / 12 July 2020

Dradjad: Wajar Kalau Risma dan Khofifah Ada Tensi Politik

Rabu 03 Jun 2020 07:39 WIB

Red: Joko Sadewo

Dradjad Wibowo

Dradjad Wibowo

Foto: republika/joko sadewo
Keduanya dalam posisi berseberangan saat Pilkada Jawa Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Dewan Pakar PAN Dradjad Wibowo menyarankan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa  dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tidak menunjukkan persaingan ke publik. Walau sebenarnya wajar jika di antara keduanya ada tensi politik.

"Persaingan keduanya memang tidak terhindarkan. Tapi, saran saya, jangan ribut di media atau medsos. Saya yakin mereka bisa menunjukkan kekompakan di depan publik. Apalagi, dua-duanya kepala daerah hebat,” kata Dradjad saat personal chat Whatsapp dengan Republika.co.id, Rabu (3/6).

Sebagai orang Jawa Timur, Dradjad mengaku Khofifah adalah teman baiknya saat masih menjadi anggota DPR. “Beberapa kali rapat bersama juga saat beliau menjadi menteri sosial. Mbak Khofifah orang baik, berprestasi, dan cool pembawaannya. PAN juga mendukung beliau di pilgub,” kata Dradjad.

Begitu juga dengan Risma. Bagi Dradjad, Risma adalah kakak kelas di SMA 5, selisih dua tahun. Dradjad memang tidak kenal dekat dengan Risma, tetapi mereka punya sahabat dekat yang sama yang baru wafat tanggal 31 Mei lalu, saat Hari Jadi Surabaya. "Mbak Risma orangnya lurus dan berprestasi,” ungkap ekonom senior Indef tersebut.

Sebagai arek Suroboyo asli, Dradjad berharap keduanya bisa akur. Walau, diakui atau tidak, ada efek pilgub dalam hubungan keduanya. "Mbak Risma mendukung Cak Ipul dan Mbak Puti, pesaing Mbak Khofifah,” kata Dradjad.

Selain itu, dia menambahkan, dalam pilwakot Surabaya nanti, keduanya kemungkinan besar berseberangan lagi. Jadi, wajar dan manusiawi jika ada sedikit tensi politik di antara keduanya. Hal itu biasa dalam politik.

Namun, saat ini, menurut dia, Jatim menghadapi pandemi Covid-19 dan Surabaya menjadi episentrum kasus Covid-19. Ia berharap persaingan keduanya justru menjadi energi positif, bukan menjadi gesekan.

"Soal mobil tes PCR, itu kan gampang solusinya. Tidak usah jadi ribut di luar. Utus saja sekda atau ketua tim masing-masing untuk rapat mengaturnya. Beres,” ungkap Dradjad.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA