Thursday, 25 Zulqaidah 1441 / 16 July 2020

Thursday, 25 Zulqaidah 1441 / 16 July 2020

Diblokir Amerika, Perusahaan Telekomunikasi China Bela Diri

Rabu 03 Jun 2020 04:52 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Mau Diblokir Amerika, Perusahaan Telekomunikasi China Membela Diri!. (FOTO: Foto/Reuters)

Mau Diblokir Amerika, Perusahaan Telekomunikasi China Membela Diri!. (FOTO: Foto/Reuters)

Mau Diblokir Amerika, Perusahaan Telekomunikasi China Membela Diri

Warta Ekonomi.co.id, Bogor

Operator telekomunikasi China Pacific Network Corp meminta Komisi Komunikasi Federal (FCC) tidak menutup operasional mereka di Amerika Serikat (AS).

Pada April 2020, arahan yang FCC keluarkan menyebabkan pengontrolan pesanan kepada tiga perusahaan telekomunikasi China oleh AS, termasuk milik Pacific Network. Demi keamanan nasional katanya.

Menanggapi itu, FCC berujar, "kami mengarahkan China Telecom Americans, China Unicorn Americas, dan Pacific Networks menjelaskan alasan agar operasional mereka tak dihentikan di AS."

Baca Juga: Soal Rencana Depak Huawei dari Pengembangan Jaringan 5G, Inggris: Kami Tengah Kaji Dampak Sanksi AS

Baca Juga: New Normal Bukan Berarti Boleh ke Mal Berbondong-bondong bawa Anak dan Orang Tua

Untuk merespons arahan itu, Pacific dan induk perusahaannya, ComNet mengajukan proposal setebal 92 halaman untuk membela diri.

"Tak ada perusahaanyang diminta oleh pemerintah China ataupun Partai Komunis China untuk melakukan apapun yang berisiko membahayakan kepentingan keamanan nasional dan penegakan hukum AS," tulis keduanya, dikutip dari Reuters, Selasa (2/6/2020).

Perusahaan pun membahas soal operasionalnya selama 20 tahun di AS, tanpa penindakan hukum apapun dari FCC.

Sementara, dua perusahaan lain belum mengajukan tanggapan resmi terhadap arahan FCC.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA