Monday, 8 Rajab 1444 / 30 January 2023

Biaya Operasional Angkutan Umum Bakal Naik Saat New Normal

Selasa 02 Jun 2020 14:09 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Nidia Zuraya

Sopir angkutan kota menunggu penumpang di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, Kamis (30/4/2020). Kebijkan new normal diprediksi akan membuat biaya operasional angkutan umum membengkak.

Sopir angkutan kota menunggu penumpang di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, Kamis (30/4/2020). Kebijkan new normal diprediksi akan membuat biaya operasional angkutan umum membengkak.

Foto: ANTARA/Aprillio Akbar
Saat new normal kapasitas angkut angkutan umum hanya dibolehkan 50 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat transportasi Budiyanto memprediksi biaya operasional angkutan umum bakal melonjak jika kebijakan pengaturan jarak diberlakukan di masa new normal. Sebab, tak semua kursi penumpang boleh terisi yang berdampak pada berkurangnya pendapatan.

Budiyanto menyebut protokol kesehatan akan diberlakukan ketat pada sektor yang bersentuhan dengan kegiatan manusia, termasuk transportasi angkutan umum. Tujuannya memutus penularan virus Covid- 19 di ranah publik. Protokol physical distancing akan membuat kapasitas penumpang yang diperbolehkan hanya 50 persen dari kapasitas normal.

Baca Juga

"Ini akan berpengaruh terhadap penghasilan para pengemudi, belum lagi ditambah biaya kebersihan interior mobil dan biaya-biaya tak terduga lainnya. Situasi ini tentunya akan menjadi problema tersendiri," kata Budiyanto dalam keterangan pers pada Republika.co.id, Selasa (2/6).

Kondisi ini juga akan berdampak pada psikologis pengemudi. Sebab para pengemudi

akan memikirkan penghasilan yang mungkin akan turun dan sekaligus  berimbas ke perusahaannya. Oleh karena itu, Budiyanto menyarankan

pemerintah perlu memberikan subsidi atau PSO bagi angkutan umum terdampak.

"Dampak angkutan umum terhadap perkembangan situasi Covid- 19  perlu diperhitungan cermat, termasuk langkah - langkah mitigasi. Kehadiran pemerintah perlu untuk mengatur berkaitan tarif dan pemberian  subsidi agar tidak membebani masyarakat," ujar Budiyanto.

Budiyanto menekankan kehadiran angkutan umum penting untuk mengakselerasikan mobilitas orang dan barang dari satu ke tempat lain. Ia optimis dengan pengaturan dan jaminan perlindungan dari pemerintah maka angkutan umum bisa bertahan.

"Khususnya demi pengguna jasa angkutan umum dan sekaligus memberikan jaminan dalam kelangsungan operasionalisasi angkutan umum dari aspek hukum," ucap Budiyanto.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA