Tuesday, 23 Zulqaidah 1441 / 14 July 2020

Tuesday, 23 Zulqaidah 1441 / 14 July 2020

New Normal, Pengusaha Mengaku Optimistis

Selasa 02 Jun 2020 15:32 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

New Normal di Depan Mata, Pengusaha Mengaku Optimis, Tapi Pemerintah Harus. . .. (FOTO: M Agung Rajasa)

New Normal di Depan Mata, Pengusaha Mengaku Optimis, Tapi Pemerintah Harus. . .. (FOTO: M Agung Rajasa)

New Normal di Depan Mata, Pengusaha Mengaku Optimistis

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Sebentar lagi Indonesia akan memberlakukan aktivitas new normal yang menjadi ladang pembuka bagi aktivitas sosial ekonomi dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Langkah ini diambil dengan harapan menggerakan kembali perekonomian nasional.

Wakil Komite Tetap Industri Hulu dan Petrokimia Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Achmad Widjaja mengatakan bahwa tatanan baru atau new normal menimbulkan optimisme baru bagi semua orang, termasuk pengusaha. Setelah sebelumnya, industri sempat melambat akibat pandemi virus corona.

Baca Juga: Sebelum New Normal, Ketua DPR Minta Pemerintah untuk . . .

"Dengan adanya new normal para pengusaha sangat optimistis," ujarnya dalam live IDX Channel sebagaimana dilansir dari Okezone di Jakarta, Selasa (2/6/2020).

Namun, Achmad beranggap bahwa pemerintah tetap harus memberikan penegasan mengenai penerapan protokol kesehatan. Seperti harus selalu menggunakan masker, menjaga jarak, serta menghindari kumpul-kumpul.

"Pemerintah sudah banyak memberikan arahan, cuma posisi kita adalah begini, masyarakat Indonesia perlu ada ketertiban dan kedisplinan secara protokol kesehatan. Kalau tidak dijaga kita akan kalah," jelasnya.

Semua pihak berharap new normal dapat membuat perekonomian Indonesia membaik dengan tetap memutus tali penyebaran covid-19.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA