Sunday, 14 Zulqaidah 1441 / 05 July 2020

Sunday, 14 Zulqaidah 1441 / 05 July 2020

Facebook dan Snapchat Kecam Rasialisme di AS

Selasa 02 Jun 2020 10:02 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Facebook

Facebook

Foto: EPA
Rasialisme merebak setelah kematian George Floyd di Minneapolis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Facebook Inc dan Snap Inc baru-baru ini mengutuk ketidaksetaraan ras yang merebak di Amerika Serikat. Rasialisme itu merebak setelah kematian George Floyd di Minneapolis.

"Kita tidak bisa mengakhiri rasisme sistemik tanpa membuat kesempatan yang sama untuk semua orang secara simultan, tidak memandang latar belakang mereka," kata CEO Snap, Evan Spiegel, lewat email untuk kalangan internal, dikutip dari Reuters.

Facebook dan Snapchat menyusul Intel Corp, Netflix Inc, Alphabet Inc,IBM Corp dan Nike Inc yang membuat pernyataan publik tentang kematian Floyd.

Karyawan Facebook meminta CEO Mark Zuckerberg untuk melangkah lebih tegas terhadap unggahan Presiden Donald Trump soal aksi protes di Minneapolis.

Tapi, Zuckerberg melalui unggahan mengatakan tidak akan melakukan apa pun terhadap unggahan tersebut.

Dia menyatakan Facebook akan memberikan dana sebesar 10 juta dolar untuk organisasi yang bekerja untuk isu keadilan ras.

Perusahaan teknologi besar seperti Facebook dan Google sejak lama berusaha mengakhiri diskriminasi terhadap orang Afrika-Amerika di lingkungan kerja. Insinyur berkulit hitam masih belum terwakili di dunia kerja di AS.

Baca Juga

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA