Friday, 19 Zulqaidah 1441 / 10 July 2020

Friday, 19 Zulqaidah 1441 / 10 July 2020

Pria Kelahiran Jawa Ikut Demo Rusuh di AS Minta Maaf

Selasa 02 Jun 2020 08:06 WIB

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra

Warga bertato peta kepulauan Indonesia ikut kerusuhan di AS.

Warga bertato peta kepulauan Indonesia ikut kerusuhan di AS.

Foto: The Inquirer
Backues warga AS naturalisasi mengaku sama sekali tak ada niat untuk rusuh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rainey Arthur Backues, pria bertato peta Indonesia yang tertangkap kamera dalam unjuk rasa di Center City, Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat (AS), mengaku menyesal dan meminta maaf. Backues, yang bertato peta Indonesia di tangannya, tertangkap kamera pewarta foto media lokal the Inquirer sedang melempar semacam kotak ke arah Bank Wells Fargo, Sabtu (30/5).

Backues lewat akun Instagram miliknya @rainsfordthegreat pada Ahad (31/5) mengaku sebenarnya adalah warga negara AS naturalisasi yang lahir di Pulau Jawa, Indonesia. Dia mengklarifikasi sama sekali tak ada niat untuk rusuh. Dia pun meminta maaf kepada seluruh komunitas warga Indonesia di Philadelphia. "Awalnya aku cuma bersepeda lewat (jalan) Center City," kata dia menjelaskan mengapa dia tak menutupi identitas diri saat itu.

Lalu, seiring hari makin gelap, dia mengaku merasa marah atas kematian George Floyd dan ketidakadilan polisi nasional. "Apalagi, aku juga termasuk orang kulit berwarna," kata Backues yang lantas merasa menyesal atas kemarahannya yang berakibat pada perusakan bangunan itu.

"Oleh sebab itu, aku ingin meminta maaf pada gerakan Black Lives Matter serta kepada para pengunjuk rasa yang secara sah menunjukkan ketidaksetujuan mereka dengan ketidakadilan saat ini yang kita semua saksikan," ujar Backues.

"Karena salah satu tato saya menunjukkan pulau-pulau Indonesia (saya adalah warga negara AS yang dinaturalisasi, tetapi saya lahir di Pulau Jawa), saya juga ingin meminta maaf kepada masyarakat Indonesia di Philadelphia," kata dia menambahkan.

Backues menegaskan betapa dia sangat menyesal sudah berswafoto menunjukan barang jarahan, tetapi dia mengaku tidak menjarah. "Meski saya dengan bodohnya memasang selfie yang memegang sepatu sampai ke telinga saya di Instagram feed saya, saya tidak menjarahnya dan juga tidak membawa pulang apa pun," katanya.

Backues mengaku berpose dengan sepatu sekedar untuk menunjukkan pada orang-orang bahwa sedang terjadi penjarahan besar-besaran di lokasi dia berada. "Saya sekarang menyesal menggunggah foto-foto itu. Sekali lagi, saya meminta maaf kepada semua komunitas yang telah terkena dampak negatif dan malu. Saya bersedia bertanggung jawab penuh atas tindakan saya. Saya telah belajar banyak dari kejadian ini," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA