Sunday, 14 Zulqaidah 1441 / 05 July 2020

Sunday, 14 Zulqaidah 1441 / 05 July 2020

Dampak Corona, BRI Prediksi Kemampuan UMKM Bertahan 6 bulan

Selasa 02 Jun 2020 08:00 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Friska Yolandha

BRI memprediksi kemampuan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bertahan di tengah pandemi virus corona berkisar enam bulan. Jika pada Agustus tahun ini pelaku UMKM belum dapat beroperasi secara normal, maka besar kemungkinan banyak yang akan gulung tikar dan membuat tumpukan kredit bermasalah pada perbankan.

BRI memprediksi kemampuan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bertahan di tengah pandemi virus corona berkisar enam bulan. Jika pada Agustus tahun ini pelaku UMKM belum dapat beroperasi secara normal, maka besar kemungkinan banyak yang akan gulung tikar dan membuat tumpukan kredit bermasalah pada perbankan.

Foto: ANTARA/fauzan
UMKM harus mulai diberi protokol yang masih memungkinkan mereka beraktivitas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyebut kemampuan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bertahan di tengah pandemi virus corona berkisar enam bulan. Jika pada Agustus tahun ini pelaku UMKM belum dapat beroperasi secara normal, maka besar kemungkinan banyak yang akan gulung tikar dan membuat tumpukan kredit bermasalah pada perbankan.

Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengatakan saat ini pelaku UMKM sudah menggunakan tabungan sekaligus 20 persen dari modal kerjanya untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya.

"Maka dari itu pelonggaran pembatasan sosial menjadi sangat penting. UMKM harus mulai diberi protokol yang masih memungkinkan mereka beraktivitas," ujarnya kepada wartawan, Selasa (2/6).

Menurutnya perseroan berupaya memberikan keringanan restrukturisasi kepada para debitur UMKM. Namun Supari pun tak mengelak relaksaasi yang diberikan perseroan sekaligus subsidi bunga dari pemerintah hanya untuk memperpanjang napas pelaku UMKM.

"Khusus untuk konstruksi UMKM, tidak ada perbedaan kondisi pada sektor ekonomi ini. Hanya saja, proyek yang diterima pelaku UMKM konstruksi memang sudah sedikit sebelum masa pandemi," ucapnya.

Ke depan, Supari menyebut perseroan sudah menyiapkan berbagai langkah pemenuhan likuiditas antisipatif untuk mendorong keberlangusungan mitra UMKM. Perseroan telah memperoleh pinjaman luar negeri senilai satu miliar dolar AS dalam skema club loan. Pinjaman ini ditujukan untuk memperkuat struktur liabilities dan meningkatkan net stable funding ratio, menjaga likuiditas valas sekaligus sumber pendanaan untuk ekspansi kredit.

"Secara korporasi tentunya kami tetap kuat. Kami hanya berharap pelaku UMKM dapat mampu melewati pandemi ini dan memaksimalkan semua asetnya untuk bertahan," ucapnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA