Saturday, 20 Zulqaidah 1441 / 11 July 2020

Saturday, 20 Zulqaidah 1441 / 11 July 2020

Ini Penyebab MU Gagal Dominan di Eropa di era Paul Scholes

Selasa 02 Jun 2020 07:28 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Agung Sasongko

Paul Scholes (kanan) bersama Wayne Rooney pada 2011.

Paul Scholes (kanan) bersama Wayne Rooney pada 2011.

Foto: EPA/Lindsay Parnaby
Paul Scholes mengakui Manchester United tidak dominan di Liga Champions.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Paul Scholes mengakui Manchester United tidak dominan di Liga Champions saat ia masih aktif bermain. Scholes adalah legenda hidup Iblis Merah.

Ia memperkuat United dari 1993 hingga 2013. Lebih dari 700 pertandingan ia lakoni bersama MU. Ia meloloskan wakil Inggris itu ke empat final kompetisi terelit benua biru. Sebanyak dua partai dimenangkan, alias menjadi juara. Sisanya berakhir dengan kekalahan.

Menurut Scholes timnya sudah berusaha keras agar terus berada di puncak Eropa. Sayang, di eranya, ada dua tim dengan kualitas kelas wahid. Ia menyinggung kekuatan Barcelona saat masih dilatih Josep Guardiola. Tepatnya dari 2008 hingga 2012. Dalam rentang waktu tersebut, MU dan Barca bertemu di dua final Liga Champions.

Tepatnya pada 2009 dan 2011. Kemenangan selalu menjadi milik Raksasa Katalan.

"Anda melihat Barcelona (di era Pep). Seberapa bagusnya mereka. Ada Xavi, Iniesta, Busquets. Kemudian Lionel Messi, Henry. Di belakang ada Gerrard Pique dan Carles Puyol. Tidak diragukan lagi mereka tim terbaik yang pernah saya hadapi. Mereka salah satu tim terbaik yang pernah ada dalam sejarah sepakbola," ujar Scholes, dikutip dari Manchester Evening News, Selasa (2/6).

Selanjutnya Real Madrid. Pada awal 2000 an, Madrid kerap menjegal langkah United di Liga Champions. Menurut Scholes, skuat El Real saat itu, tak berbeda jauh dengan pasukan Barca era Guardiola. Tak pelak, MU kesulitan menghadapi dahsyatnya Los Galaticos.

"Mereka memiliki Ronaldo Brasil, Zinedine Zidane, Luis Figo, Redondo, Roberto Carlos. Hierro, dan Iker Casillas," ujar Scholes. Itulah dua tim yang membuat MU tidak terlihat superior di Eropa. Hingga kini, Barca dan Madrid masih konsisten berada di level atas benua biru.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA