Sunday, 14 Zulqaidah 1441 / 05 July 2020

Sunday, 14 Zulqaidah 1441 / 05 July 2020

Terapkan New Normal, Citilink Layani 104 Penerbangan

Selasa 02 Jun 2020 06:16 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha

Maskapai berbiaya hemat atau low cost carrier (LCC) Citilink Indonesia mulai 1 Juni 2020 menerapkan kebijakan new normal.

Maskapai berbiaya hemat atau low cost carrier (LCC) Citilink Indonesia mulai 1 Juni 2020 menerapkan kebijakan new normal.

Foto: Antara
Citilink tetap mengutamakan aspek keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan penumpang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Maskapai berbiaya hemat atau low cost carrier (LCC) Citilink Indonesia mulai 1 Juni 2020 menerapkan kebijakan new normal. Direktur Utama Citilink Indoensia Juliandra mengatakan pada hari pertama kebijakan tersebut mulai melayani kembali penerbangan reguler. 

Baca Juga

“Citilink mulai melayani penumpang sebanyak 104 penerbangan ke-21 kota dengan menerapkan prosedur new normal dan tetap mengutamakan aspek keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan penumpang,” kata Juliandra dalam pernyataan tertulisnya, Senin (1/6) malam. 

Dia menjelaskan, Citilink menerapkan kebijakan new normal di seluruh lini operasional yang mencakup fase pre flight, in flight, dan post flight. Kebijakan tersebut dilakukan baik untuk karyawan maupun pelanggan pada penerbangan untuk penumpang yang beroperasi. 

Pada fase pre-flight, lanjut Juliandra, Citilink bekerja sama dengan pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 setempat di setiap bandar. “Ini untuk memeriksa dan memverifikasi kelengkapan dokumen penumpang,” ujar Juliandra. 

Dia menegaskan Citilink akan memastikan penumpang yang terbang sedang berada dalam kondisi sehat dengan kewajiban menunjukkan surat keterangan bebas Covid-19. Keterangan bebas Covid-19 tersebut didapatkan dari hasil test PCR atau rapid test.

“Citilink juga memberikan jarak antrean untuk penumpang dalam melakukan check-in di check-in counter serta menyediakan fasilitas web check-in ataupun melalui mesin self-check-in yang disediakan di bandara,” jelas Juliandra.

Selain itu, dia memastikan Citilink menerapkan New Boarding Management untuk mengatur jarak dalam antrean selama proses boarding untuk menghindari penumpukan penumpang. Selanjutnya pada fase in flight, Citilink menerapkan standar baru di dalam pesawat selama penerbangan di antaranya pengaturan tempat duduk, seluruh penumpang, dan kru diwajibkan untuk selalu menggunakan masker, penyediaan hand sanitizer di seluruh pesawat, proses penyajian makanan dan minuman dengan tata cara yang higienis, peniadaan inflight magazine cetak yang digantikan dengan inflight magazine elektronik. 

Inflight magazine elektronik yang dapat diunduh di gawai masing-masing melalui entertainment system yang akan tersedia secara bertahap di armada Citilink serta pengaturan jarak penumpang saat proses keluar pesawat,” jelas Juliandra. 

Sedangkan pada fase post flight, dia menegaskan, Citilink melakukan pengaturan jarak saat pengambilan bagasi di area kedatangan. Hal tersebut dilakukan tetap melakukan prosedur pemeriksaan dan pencocokan terhadap bagasi yang keluar.

Dalam rangka menjaga kebersihan dan sterilisasi kabin pesawat, Juliandra mengatakan Citilink juga melakukan desinfeksi pada seluruh pesawat yang beroperasi setiap harinya. Pembersihan pesawat dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku serta melengkapi armada dengan sistem penyaring udara High Efficiency Particulate Arrestor (HEPA) untuk menyaring debu serta berbagai bahan pencemar udara, termasuk virus dan bakteri.

“Citilink akan terus melakukan koordinasi secara intensif dengan seluruh stakeholders terkait serta melakukan pengawasan yang ketat di seluruh lini operasional Perusahaan untuk memberikan pelayanan yang terbaik dengan mengedepankan kenyamanan dan kesehatan penumpang” tutur Juliandra.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA