Sunday, 14 Zulqaidah 1441 / 05 July 2020

Sunday, 14 Zulqaidah 1441 / 05 July 2020

3 Penguasa Muslim Terkaya Sepanjang Sejarah Umat Manusia

Selasa 02 Jun 2020 04:45 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Nashih Nashrullah

Orang terkaya sepanjang sejarah manusia bukanlah Bill gates atau Mark Zuckerberg. Ilustrasi harta.

Orang terkaya sepanjang sejarah manusia bukanlah Bill gates atau Mark Zuckerberg. Ilustrasi harta.

Foto: Pixabay
Orang terkaya sepanjang sejarah manusia bukanlah Bill Gates atau Mark Zuckerberg.

REPUBLIKA.CO.ID, Siapa orang terkaya di dunia di benak Anda? Pasti terlintas untuk menyebut nama Bill Gates, Mark Zuckerberg, atau Jeff Bezos. Namun, harta tiga miliuner dunia itu ternyata belum sebanding dengan kekayaaan sejumlah penguasa Muslim yang pernah berkuasa di dunia.

Pendiri Microsoft Bill Gates pernah mencatatkan kekayaan tertinggi senilai 144 miliar dolar AS. Kemudian, pendiri Amazon Jeff Bezos pernah menjadi orang terkaya di dunia pada daftar miliuner Forbes 2019. 

Nilai kekayaan Bezos senilai kurang lebih 131 miliar dolar AS atau Rp 1,87 kuadriliun. Namun, keduanya bukan orang terkaya sepanjang masa, bukan pula Zuckerberg.

Dilansir dari BBC dan MSN Money, sejumlah raja Muslim pernah memiliki kekayaan fantastis melebihi manusia modern. Musa I disebut sebagai pria kulit hitam terkaya dalam sejarah. 

Ia adalah orang paling kaya di seluruh Benua Afrika. Selama 25 tahun pemerintahan kerajaan Islam-nya (1312-1327), daerah kekuasaan Musa I meliputi Mali dan Ghana.

Berdasarkan ahli sejarah dari Ferrum College, Richard Smith, Kerajaan Mali merupakan produsen emas terbesar di dunia pada saat itu. Kerajaan itu mampu menghasilkan 1 ton emas setiap tahun. Emas tersebut lalu dijual di Venesia, Genoa, dan Mesir.

Musa I disebut memakai aksesoris emas murni dari ujung kepala hingga ujung kaki. Gaya hidupnya terbilang sangat mewah sekaligus dermawan. Satu kunjungan darinya saja bisa membuat sebuah negara jatuh dalam krisis mata uang. Tak jarang pula, sedekah yang ia berikan malah menghancurkan perekonomian suatu negeri.

"Jumlah kekayaan Musa jika dihitung pada masa kini sungguh luar biasa sampai-sampai hampir mustahil untuk benar-benar memahami betapa kaya dan berkuasanya ia saat itu," kata Rudolph Butch Ware, guru besar sejarah di Universitas Kalifornia.

Kekayaaan Musa pernah diestimasi berada di angka 400 miliar dolar AS atau sekitar Rp 5,72 kuadriliun. Walau begitu, sejarawan ekonomi satu suara bahwa kekayaannya tak mungkin dikalkulasi ke dalam angka secara pasti.

Mansa Musa mewarisi takhta yang ditinggalkan saudara laki-lakinya yang memilih berlayar. Di bawah kepemimpinannya, Kerajaan Mali berkembang pesat. Ia berhasil menguasai 24 kota baru, termasuk Timbuktu.

Kerajaan tersebut membentang sepanjang 3.128 kilometer, dari Samudra Atlantik hingga daerah yang kini merupakan Niger, termasuk kawasan-kawasan yang kini menjadi Senegal, Mauritania, Mali, Burkina Faso, Niger, Gambia, Guinea-Bissau, Republik Guinea, dan Pantai Gading. Dengan wilayah kekuasaan yang sangat luas, sumber daya alam yang dimiliki Kerajaan Mali pun sangat besar, termasuk emas dan garam.

Pada masa kekuasaan Mansa Musa, Kerajaan Mali memiliki hampir separuh jumlah emas yang beredar di kawasan Dunia Lama, negeri-negeri di Afrika, Asia, dan Eropa menurut British Museum.

Sayangnya, meski Mali menjadi sumber emas, kerajaan tersebut tidak banyak dikenal. Namun, situasi ini berubah ketika Mansa Musa memutuskan untuk berhaji ke Makkah, melalui Gurun Sahara dan Mesir.

Sang raja dikabarkan berangkat dari Mali bersama dengan rombongan berisi 60 ribu orang. Ia membawa serta seluruh pejabat dan hakim-hakim kerajaan, pasukan tentara, penghibur, pedagang, penunggang unta, dan 12 ribu budaknya.

Rombongannya itu lebih menyerupai sebuah kota yang bergerak melalui gurun saking ramainya. Rombongan itu termasuk para budaknya, mengenakan pakaian dengan brokat emas dan sutra Persia terbaik. 

Ratusan unta beruntun. Setiap unta mengangkut ratusan kilogram emas murni. Rombongan itu menuai kehebohan saat tiba di Kairo.

Setelah Mansa Musa meninggal dunia 1337, pada usia 57 tahun, kerajaannya diwariskan kepada putra-putranya. Namun, sayang, mereka tak mampu menjaga keutuhan kerajaan. Sejumlah daerah memisahkan diri dan akhirnya kerajaan itu pun runtuh. Kedatangan bangsa Eropa pada kemudian hari ke Afrika menjadi titik akhir kehancuran kerajaan Mali.

Selanjutnya, penguasa Muslim tajir berikutnya adalah Osman Ali Khan dengan estimasi kekayaan 230 juta dolar AS. Ali Khan ialah pemegang gelar Asaf Jah yang ketujuh dan penguasa terakhir Hyderabad, India. Ali Khan mengemban tampuk kepemimpinan absolut untuk kepangeranan Hyderabad mulai 1911 hingga 1948.

Pada awal abad 20 Ali Khan dikenal sebagai pria terkaya di dunia, dengan kekayaan mencapai 2 miliar dolar AS pada 1940-an. Bahkan, jika dihitung dengan tingkat inflasi saat ini, kekayaannya senilai 2 persen pendapatan nasional Amerika Serikat.

Terakhir, ada Nabi Sulaiman dengan estimasi kekayaan 2,2 triliun dolar AS. Solomon atau juga dikenal dengan nama Salomo (Alkitab dan Injil) dan Sulaiman (Alquran) dianggap sebagai manusia terkaya yang pernah hidup di muka bumi.

Mayoritas dari kisah hidupnya dan kerajaannya tercatat dalam dongeng ataupun hikayat agama. Dalam suatu cerita, ia menerima upeti berupa 25 ton emas setiap tahun. 

Salomo atau Sulaiman diperkirakan berkuasa di dunia selama 39 tahun. Berdasarkan perhitungan dan konversi dari pajak, tingkat inflasi, dan suku bunga terkini, harta Sulaiman ditaksir bisa mencapai 2 triliun dolar AS. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA