Thursday, 11 Zulqaidah 1441 / 02 July 2020

Thursday, 11 Zulqaidah 1441 / 02 July 2020

Perseteruan Kylie Jenner dan Forbes Perihal Status Miliarder

Senin 01 Jun 2020 02:35 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Nora Azizah

Kylie Jenner dituduh Forbes memanipulasi total harta kekayaannya (Foto: Kylie Jenner)

Kylie Jenner dituduh Forbes memanipulasi total harta kekayaannya (Foto: Kylie Jenner)

Foto: EPA
Kylie Jenner dituduh Forbes memanipulasi total harta kekayaannya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perselisihan terjadi antara salah satu majalah bisnis terkemuka, Forbes, dengan Kylie Jenner. Majalah Forbes menuduh Kylie Jenner, melakukan kebohongan untuk meningkatkan ukuran dan keberhasilan bisnisnya.

Forbes menuding keluarga Jenner berusaha menghadirkan anggota keluarga termudanya lebih kaya terhadap harta yang dia miliki. Jenner (22 tahun) kemudian dicoret dari daftar miliarder.

Baca Juga

Hal ini membuat Jenner mengungkapkan kekesalannya di media sosial. Ia juga mempertanyakan reputasi Forbes.

“Saya pikir ini adalah situs yang bereputasi baik, yang saya lihat adalah sejumlah pernyataan yang tidak akurat dan asumsi yang tidak terbukti. Saya tidak pernah meminta judul apa pun atau mencoba berbohong di sana. Titik,” tulis Jenner, melansir the guardian, Senin (1/6).

Jenner lebih filosofis dengan mengatakan dirinya tidak ingin terobsesi dengan kekayaannya. Jenner setuju untuk menjual 51 persen saham perusahaan kosmetiknya, yang meliputi merek Kylie Cosmetics dan Kylie Skin ke perusahaan kecantikan yang diperdagangkan publik, Coty seharga 486 juta pound (600 juta dolar AS) pada November lalu.

Dalam sebuah kesepakatan, bisnisnya dihargai sekitar 970 juta pound. Namun, Forbes mengatakan informasi yang dibagikan Coty menunjukkan perusahaan Jenner secara signifikan lebih kecil dan kurang menguntungkan daripada keluarga selama bertahun-tahun memimpin industri kosmetik dan outlet media, termasuk Forbes.

Artikel itu mengatakan pengembalian pajak menyarankan perusahaan memiliki penjualan lebih dari 243 juta pound pada 2016 dan publisitas mengklaim penjualan sebesar 267 juta pound pada tahun berikutnya. Namun, presentasi kepada investor oleh Coty mengatakan perusahaan memiliki penjualan hanya 101 juta pound pada 2018.

Majalah itu mengatakan, Jenner bukan seorang miliarder dan memperkirakan kekayaan bersihnya di bawah 900 juta dolar AS. Seorang juru bicara Forbes, Matthew Hutchison, mengeluarkan pembelaan atas penyelidikannya terhadap dokumen-dokumen yang baru diajukan yang mengungkapkan perbedaan mencolok antara informasi yang dipasok secara pribadi kepada jurnalis dan informasi yang dipasok secara publik kepada pemegang saham.

“Reporter kami melihat ketidakakuratan dan menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mengungkap fakta,” ujar Hutchison.

Saham di Coty turun 13 persen setelah laporan tersebut, dan memperpanjang penurunan perusahaan pada 2020 menjadi 68 persen. The Guardian menghubungi Coty untuk meminta komentar masalah itu. Namun, Forbes mengatakan Coty tidak akan berkomentar tentang Kylie Cosmetics.

Jenner bukanlah orang pertama yang dituduh Forbes menggelembungkan kekayaan untuk dikenal sebagai miliarder. Contoh lainnya, termasuk Sekretaris Perdagangan AS, Wilbur Ross, dan Presiden AS, Donald Trump.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA