Ahad 31 May 2020 15:24 WIB

Dukung Pemulihan Ekonomi, 4 Tol Siap Beroperasi Juni 2020

Basuki menegaskan, pembangunan infrastruktur terus berjalan di tengah masa pandemi.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.
Foto: Antara/Wahyu Putro A
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebutkan empat ruas tol siap beroperasi pada akhir Juni 2020 dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan keempat tol yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).

"Pembangunan infrastruktur terus berjalan dalam masa Pandemi Covid-19. Pada Juni 2020, Insya Allah, bisa diresmikan ruas Banda Aceh—Sigli seksi 4 sepanjang 14 kilometer. Sekarang sedang uji laik fungsi sebagai syarat pengoperasiannya," kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Ahad.

Baca Juga

Dengan rampungnya seksi 4 Indrapuri-Blang Bintang akan meningkatkan konektivitas dari Banda Aceh ke Sigli dan sebaliknya dari Sigli - Indrapuri ke Bandara Udara Internasional Sultan Iskandar Muda yang berada di Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar.

Total investasi untuk pembangunan ruas tol Banda Aceh-Sigli dengan total panjang 74 km sebanyak enam seksi ini adalah sebesar Rp12,35 triliun dengan biaya konstruksi sebesar Rp8,99 triliun. Selanjutnya, kata Menteri Basuki, ruas tol yang juga ditargetkan beroperasi tahun ini adalah ruas Pekanbaru—Dumai sepanjang 131 kilometer yang saat ini sedang dalam proses uji laik fungsi.

Tol Pekanbaru - Dumai dibangun dengan total biaya investasi Rp 16,21 triliun. Tol ini merupakan bagian dari Tol Trans-Sumatera sepanjang 2.799,3 km yang membentang dari Lampung hingga Aceh.

Ruas Tol yang terbagi menjadi enam seksi ini akan meningkatkan konektivitas Kota Pekanbaru sebagai ibu kota Provinsi Riau dengan Dumai sebagai kota pelabuhan dengan industri perminyakan dan agribisnis yang maju. Pada seksi IV Kandis Utara - Duri Selatan, telah disiapkan empat terowongan perlintasan gajah sebagai bentuk harmonisasi infrastruktur dengan alam.

"Ruas tol selanjutnya yang siap dioperasikan adalah Manado-Kauditan 21 km bagian dari tol Manado-Bitung. Terakhir akan dapat dioperasikan ruas tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) seksi 1 dan 5 sepanjang 33 km," ujar Menteri Basuki.

Tol Manado - Bitung merupakan bagian dari PSN yang bertujuan untuk mengurangi biaya logistik yang berasal dari Pelabuhan Internasional Bitung. Keberadaan tol ini juga akan mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung dan KSPN Manado - Likupang.

Sedangkan ruas tol Balsam diharapkan dapat memangkas biaya logistik barang dan jasa dan waktu tempuh antara Balikpapan-Samarinda dari sekitar 3 jam, menjadi 1 jam. Sebelumnya pada 17 Desember 2019 lalu, seksi 2-4 Tol Balsam telah diresmikan Presiden Joko Widodo.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement