Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Dalam Sehari, Ada Hampir 8.000 Kasus Baru Covid-19 di India

Sabtu 30 May 2020 21:56 WIB

Red: Ani Nursalikah

Dalam Sehari, Ada Hampir 8.000 Kasus Baru Covid-19 di India. Seorang warga India duduk di kursi di Amritsar, India. Sebanyak lebih dari 25 ribu warga India di luar negeri yang tidak bisa pulang akibat pandemi Covid-19 telah kembali ke Tanah Airnya.

Dalam Sehari, Ada Hampir 8.000 Kasus Baru Covid-19 di India. Seorang warga India duduk di kursi di Amritsar, India. Sebanyak lebih dari 25 ribu warga India di luar negeri yang tidak bisa pulang akibat pandemi Covid-19 telah kembali ke Tanah Airnya.

Foto: EPA
India urutan kesembilan negara terbanyak kasus Covid-19 di dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- India mengonfirmasi kasus harian Covid-19 tertinggi dengan angka mencapai hampir 8.000, yaitu 7.964 kasus infeksi baru per Sabtu (30/5). Keadaan itu memunculkan kemungkinan karantina wilayah, yang sedianya mulai dilonggarkan pada Ahad (31/5), akan diperpanjang.

Dengan pertambahan itu, kini jumlah kasus infeksi virus corona di India tercatat sebanyak 173.763 dengan 4.971 pasien meninggal dunia, menurut data Reuters. India berada di urutan ke-9 negara di dunia yang terbanyak mengalami kasus wabah tersebut.

Sementara rasio kematian rendah dibandingkan negara-negara lain yang terdampak wabah lebih berat. Para ahli memperingatkan bahwa puncak pandemi belum terjadi, mengingat angka kasus baru juga terus bertambah tinggi dari hari ke hari.

Baca Juga

Dalam sebuah surat terbuka yang menandai satu tahun jabatan di periode kedua, Perdana Menteri Narendra Modi meminta 1,3 miliar penduduk negaranya itu untuk mengikuti aturan karantina wilayah demi menghentikan penyebaran virus.

Ia mengatakan ada perjuangan panjang di depan untuk melawan pandemi. "Negeri kita dilingkupi sejumlah permasalahan di tengah populasi yang sangat banyak dan sumber daya yang terbatas," kata Modi.

Ia menambahkan kalangan buruh dan pekerja migran telah mengalami penderitaan yang luar biasa akibat pembatasan sosial. Aktivis HAM dan oposisi pemerintah mengkritik cara Modi dalam menangani pandemi. Mereka menuduhnya telah memutuskan pemberlakuan aturan karantina wilayah secara mendadak sehingga membuat masyarakat miskin tertinggal.

Langkah pemerintahan Modi juga memaksa ribuan orang untuk berjalan kaki dalam jarak yang sangat jauh atau berdesakan di bus dan kereta khusus untuk kembali ke kampung halaman mereka. Lebih dari 100 pekerja migran meninggal dunia, entah karena kecelakaan atau kelaparan selama mereka dalam perjalanan pulang kampung, menurut pejabat Kementerian Dalam Negeri India.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA