Sunday, 19 Zulhijjah 1441 / 09 August 2020

Sunday, 19 Zulhijjah 1441 / 09 August 2020

Liga Primer Inggris Masih Tunggu Lampu Hijau Pemerintah

Sabtu 30 May 2020 12:39 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Endro Yuwanto

Logo Liga Primer Inggris

Logo Liga Primer Inggris

Foto: premierleague.com
Liga Primer memang sangat menghindari menghentikan kompetisi secara prematur.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Liga Primer Inggris terus menempuh langkah maju untuk menyukseskan Project Restart. Setelah membolehkan klub menggelar sesi latihan jarak dekat, kini nasib kompetisi mulai menemui titik terang.

Pemegang saham termasuk klub, pelatih, dan pemain, sepakat melanjutkan kompetisi pada 17 Juni nanti.Namun, tanggal tersebut masih belum dipastikan.

Tidak seperti Serie A Italia yang sudah mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Italia. Liga Primer masih belum mendapatkan lampu hijau dari Pemerintah Inggris.

''Kami masih bekerja memenuhi arahan pemerintah sebelum dapat lampu hijau kembalinya (event) olahraga,'' kata  bos Liga Primer, Richard Masters, dikutip dari Sportsmole, Jumat (29/5).

Selain soal tanggal yang belum bisa dibilang 'pasti', ada beberapa poin yang juga belum disepakati oleh klub. Khususnya soal lokasi pertandingan. Namun, yang sudah pasti adalah semua laga tidak akan boleh dihadiri oleh suporter di stadion.

Masyarakat Inggris juga tidak boleh menggelar nonton bareng di pub, kafe, atau pun tempat berkumpul lainnya. Namun, Masters memberikan kabar gembira karena sisa 92 pertandingan akan disiarkan di televisi.

Liga Primer memang sangat menghindari menghentikan kompetisi secara prematur, seperti yang dilakukan Liga Prancis, Liga Belanda, maupun Liga Belgia.

Memang untuk urusan siapa yang jadi juara, Liverpool sudah hampir dipastikan jadi kampiun musim ini, dengan unggul 25 poin dari peringkat kedua. The Reds hanya butuh dua kemenangan lagi agar bisa mengunci gelar.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA