Jumat 29 May 2020 23:40 WIB

Kakorlantas: Kendaraan Logistik Dominasi Arus Balik

Kecenderungan lalu lintas di 146 pos penjagaan dari Jatim hingga Lampung landai.

Sejumlah truk pengangkut logistik tujuan Sumatera antre menunggu giliran masuk kapal ferry di Dermaga 3 Pelabuhan Merak Banten, Rabu (20/5/2020). Menurut data PT ASDP Merak hingga Rabu (20/5) atau H - 4 menjelang lebaran jumlah angkutan logistik berbagai barang kebutuhan dari Jawa ke Sumatera mencapai 22
Foto: ANTARA/ASEP FATHULRAHMAN
Sejumlah truk pengangkut logistik tujuan Sumatera antre menunggu giliran masuk kapal ferry di Dermaga 3 Pelabuhan Merak Banten, Rabu (20/5/2020). Menurut data PT ASDP Merak hingga Rabu (20/5) atau H - 4 menjelang lebaran jumlah angkutan logistik berbagai barang kebutuhan dari Jawa ke Sumatera mencapai 22

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Istiono menyebutkan kendaraan logistik mendominasi arus balik hingga hari keempat (H+4) setelah Lebaran 2020.

"Evaluasi hari ini kami sampaikan bahwa arus balik sampai hari ini adalah H+4 kecenderungan masih didominasi oleh angkutan logistik," katanya, melalui pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (29/5) malam.

Istiono menyampaikannya saat meninjau titik pantau arus mudik dan balik Lebaran di Pos Cikopo, Purwakarta, Jawa Barat.

Dari hasil evaluasi di 146 pos penjagaan lalu lintas yang tersebar dari Jawa Timur hingga Lampung, kata dia, kecenderungan lalu lintas berlangsung landai dan normal.

"Ada keengganan masyarakat untuk mulai berpindah atau melakukan perjalanan dari kota ke kota, termasuk silaturahmi antarkota terkendali cukup bagus," katanya.

Kemudian, kata dia, tidak ada penumpukan di lokasi-lokasi penyekatan di 146 pos dari Lampung hingga Jatim.

Untuk kendaraan yang sudah diminta putar balik sampai hari ini lebih kurang 25 ribu unit, sementara untuk arus mudiknya sekitar 78 ribu unit.

"Total kendaraan yang dihalau arus balik maupun mudik sampai hari ini 103 ribu. Nah, kita cek sama-sama jalur Pantura dari Jomin ini di daerah Subang, Patok Besi, kecendrungannya jalur A dan B cukup landai terkendali semuanya," katanya.

Sesuai dengan keputusan Kapolri, kata dia, Operasi Ketupat yang semestinya berakhir pada 31 Mei 2020 akan diperpanjang tujuh hari menyesuaikan dengan keputusan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

"Ya, operasi ini sesuai dengan keputusan dari Gugus Tugas Covid-19 akan kita perpanjang tujuh hari, dan kepolisian menyesuaikan kegiatan operasi ini dengan yg sudah diputuskan oleh Bapak Kapolri," katanya.

Artinya, Kakorlantas menegaskan bahwa 146 pos penyekatan tentunya masih berlaku dan menjalankan tugas dan fungsinya yang sama dengan Operasi Ketupat dan operasi rutin yang ditingkatkan berlaku untuk seluruh Indonesia.

Pada kesempatan itu, Kakorlantas secara marathon meninjau sejumlah pos pengamanan arus balik, antara lain di Pos Jaga Cikopo, Pos Check Point Patok Besi, Pantura Subang dan Check Point KM 47 Tol Cikampek arah Jakarta.

Saat meninjau, Istiono didampingi Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Barat Kombes Pol Eddy Djuanaedi bersama dengan Direktur Jasa Raharja Budi Rahardjo.

Di setiap pos yang ditinjaunya, Kakorlantas menyempatkan untuk membagikan masker dan vitamin terhadap personel yang berjaga di pos penyekatan atau check point.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement