Tuesday, 23 Zulqaidah 1441 / 14 July 2020

Tuesday, 23 Zulqaidah 1441 / 14 July 2020

Nama Anies, Ganjar, Emil di Antara Hasil Survei Capres 2024

Jumat 29 May 2020 18:25 WIB

Red: Andri Saubani

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan (kiri), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (tengah), dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan).

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan (kiri), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (tengah), dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan).

Foto: Republika/Farah Noersativa
Para kepala daerah dinilai membawa perubahan di tingkat daerah.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Antara, Mimi Kartika, Febrianto  Adi Saputro

Baca Juga

Hasil riset yang dilakukan Indometer (Barometer Politik Indonesia) menunjukkan tokoh-tokoh populer, seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil), potensial maju dalam perhelatan politik nasional 2024. Para kepala daerah itu dinilai berhasil membawa perubahan di tingkat daerah.

"Termasuk pula, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah," kata Direktur Eksekutif Indometer (Barometer Politik Indonesia) Leonard S.B. dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (29/5).

Menurut dia, Pemilu 2019 menjadi akhir dari pertarungan elektoral yang dimenangi oleh Jokowi. Sesuai dengan batasan maksimum dua periode dalam konstitusi, Jokowi tak bisa lagi maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2024.

Oleh karena itu, kata dia, momentum politik tersebut akan membuka kesempatan bagi banyak tokoh untuk maju bersaing merebut tiket capres/cawapres. Dalam kurun beberapa tahun belakangan, rakyat menjadi penentu utama dalam terpilihnya tokoh-tokoh baru yang berangkat dari pilkada dan pemilu langsung. Jokowi menjadi lokomotif utama dari gerbong tokoh-tokoh baru produk pemilihan langsung yang tidak berasal dari lingkaran elite partai politik.

"Pemilu 2024 menjadi peluang bagi kebangkitan tokoh-tokoh baru dengan latar belakang kepala daerah atau perwakilan daerah di DPR dan DPD," kata Leonard.

Dia pun menengarai bahwa, keran desentralisasi dan demokrasi langsung menjadi ajang bagi kekuatan politik dinasti lokal maupun tokoh-tokoh nasional yang sedang melakukan regenerasi. Ada pula figur-figur politikus yang meniti karier dari jejang bawah hingga terpilih menjadi pengurus pusat partai politik.

"Keluwesan tokoh-tokoh dalam hubungannya dengan partai politik menjadi ciri baru pada era demokrasi langsung," kata Leonard.

Tokoh-tokoh bisa berpindah partai tanpa kehilangan dukungan massa pemilih. Identifikasi kepartaian yang rendah memberi peluang bagi politikus partai baru, seperti Faldo Maldini dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Riset dilakukan oleh Indometer dengan metode kualitatif yang data awal didapatkan dari monitoring media massa dan media sosial. Pendalaman dilakukan untuk memilih tokoh paling potensial untuk maju ke pentas nasional, berdasarkan wawancara mendalam terhadap pengamat politik lokal dan tokoh-tokoh perantauan di Jakarta. Riset dilakukan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2020.

Sebelumnya, hasil survei Cyrus Network juga menempatkan nama Ganjar dan Anies di antara capres potensial dengan elektabilitas tertinggi. Ketika responden dihadapkan tujuh nama, elektabilitas tertinggi diraih Prabowo Subianto, diikuti Sandiaga Uno, Ganjar Pranowo, Anies Rasyid Baswedan, Ridwan Kamil, Khofifah Indar Parawansa, dan Tito Karnavian.

"Sebagian pemilih Jokowi mulai mengarahkan pilihan ke Ganjar Pranowo," ujar CEO Cyrus Network Eko Dafid Afianto dalam konferensi pers di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (13/3).

Dalam pertanyaan terbuka terhadap 21 nama yang diajukan kepada responden, elektabilitas tertinggi diperoleh Prabowo, diikuti Joko Widodo (Jokowi), Sandiaga Uno, Anies, dan Ganjar. Sementara, ketika simulasi tujuh nama jadi capres 2024, maka Prabowo mengantongi suara sebesar 23,8 persen; Sandi 18,8 persen; Ganjar 13,2 persen; Anies 13 persen; Ridwan Kamil 8,2 persen; Khofifah 5,8 persen; dan Tito tiga persen.

Eko menuturkan, dalam simulasi tujuh nama itu, elektabilitas Ganjar naik 4,5 poin sehingga angkanya unggul dari Anies. Sedangkan elektabilitas Anies turun dari survei Juli 2019 lalu sebesar 19 persen menjadi 13 persen saat ini, meskipun Anies memiliki protofolio sebagai Gubernur DKI Jakarta.



Ia menduga suara yang diperoleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar berasal dari pemilih Jokowi pada Pemilu 2019 lalu. Sebab, responden memahami Jokowi telah menjabat sebagai presiden untuk dua periode.

Survei ini dilakukan Cyrus Network pada 24-30 Januari 2020 kepada 1.230 responden dengan tingkat kepercayaan survei sebesar 95 persen dan margin of error sebesar kurang lebih 2,85 persen. Responden tersebar di 123 kelurahan/desa di 34 provinsi di Indonesia.

Lembaga survei Charta Politika juga telah merilis hasil survei terkait elektabilitas tokoh yang dinilai layak menjadi capres 2024. Hasilnya, politikus Partai Gerindra Sandiaga Salahudin Uno mengungguli dua nama lainnya yaitu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Sandiaga Uno unggul menempati posisi pertama dengan perolehan 29,2 persen. Disusul oleh Anies Baswedan di posisi kedua dengan tingkat elektabilitas 27,3 persen. Selanjutnya, Ganjar Pranowo dengan elektabilitas 21,9 persen," kata Direktur Riset Charta Politika, Muslimin dalam keterangan tertulisnya, Ahad (29/3).

Keunggulan Sandi bukan hanya pada survei kali ini. Pada survei Lembaga Survei Cyrus Network sebelumnya juga elektabilitas Sandiaga Uno mencapai 27,3 persen, lebih unggul daripada Anies Baswedan yang hanya 20 persen persen dan Ganjar Pranowo sebesar 14,9 persen.

Menurut Muslimin, keunggulan Sandi melalui dua hasil survei berturut-turut tersebut cukup mengejutkan banyak pihak. Terlebih lagi, jumlah suaranya berada di atas Anies Baswedan yang dulu pernah menjadi pasangannya sebagai gubernur di Pilgub Jakarta. Kedua hasil survei tersebut juga makin memperkuat isu Sandiaga Uno maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2024.

Untuk diketahui survei Charta Politika dilakukan pada 20–27 Februari 2020 di seluruh Provinsi di Indonesia dengan total 1.200 responden. Metode yang digunakan adalah wawancara tatap muka (face to face interview) terhadap sampel acak (random sampling) responden. Margin of error dari survei ini sebesar 2,83 persen.

photo
Langkah Anies dan pemerintah pusat tangkal Corona - (Republika)

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA