Thursday, 18 Zulqaidah 1441 / 09 July 2020

Thursday, 18 Zulqaidah 1441 / 09 July 2020

Kasus Covid-19 di Indramayu Tertinggi di Wilayah Cirebon

Jumat 29 May 2020 17:41 WIB

Red: Nur Aini

Petugas kesehatan memeriksa kelengkapan dokumen pemudik yang melintas di Jalan Raya Pantura, Cirebon, Jawa Barat, Selasa. (19/5/2020)

Petugas kesehatan memeriksa kelengkapan dokumen pemudik yang melintas di Jalan Raya Pantura, Cirebon, Jawa Barat, Selasa. (19/5/2020)

Foto: ANTARA/nova wahyudi
Indramayu mencatatkan 16 kasus positif Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, saat ini merupakan yang tertinggi di wilayah Cirebon. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Deden Bonni Koswara mengatakan sudah terdapat 16 orang yang positif Covid-19.

Baca Juga

"Kasus positif Covid-19 di Indramayu kini yang tertinggi di wilayah Cirebon," kata Jubir Covid-19 Kabupaten Indramayu Deden di Indramayu, Jumat (29/5).

Deden mengatakan kasus positif Covid-19 di Indramayu apabila dibandingkan dengan empat daerah lain di wilayah Cirebon, seperti Kota/Kabupaten Cirebon, Kuningan dan Majalengka, maka menduduki peringkat pertama dengan 16 kasus. Di Kota Cirebon sesuai data yang ada, kata Deden, pasien terkonfirmasi positif sebanyak 8 orang, untuk Kabupaten Cirebon total 12, Kuningan 14 orang dan Majalengka 6 orang.

Deden mengatakan pada Rabu (27/5) di Indramayu terdapat penambahan kasus, setelah menerima hasil dari Labkesda Provinsi Jabar yang menyatakan bahwa YM (36 tahun) berasal dari Kecamatan Anjatanpositif Covid-19.

"Pasien positif terinfeksi lokal, bukan dari pendatang. Pasien tersebut kini sudah menjalani perawatan dan isolasi di RS Bhayangkara. Untuk kondisinya saat ini baik," ujarnya.

Untuk itu, pihaknya langsung melakukan penelusuran terhadap kontak erat pasien oleh tim surveilans Dinas Kesehatan sekaligus dilakukan pengambilan swab terhadap keluarganya. Kronologi kasus, kata Deden, pada  14 Mei 2020 YM berobat ke Poli Bedah Syaraf, dikarenakan yang bersangkutan ada penyakit kelainan otak atau AVM Intra Cranial, kemudian dirujuk ke RS PON Jakarta untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.

Setelah kontak dengan RS rujukan, pihak dokter memberikan saran agar pasien untuk tes cepat terlebih dahulu. Hasil tes cepat tersebut reaktif, sehingga pasien langsung tes swab.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA