Monday, 15 Zulqaidah 1441 / 06 July 2020

Monday, 15 Zulqaidah 1441 / 06 July 2020

Kasus Positif Covid-19 Bertambah 678, Total 25.216 Orang

Jumat 29 May 2020 17:09 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Andri Saubani

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto. (ilustrasi)

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto. (ilustrasi)

Foto: ANTARA/Dhemas Reviyanto
Tambahan positif Covid-19 terbanyak dari Jakarta sebanyak 125 kasus.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia masih bertambah pada Jumat (28/5) pukul 12.00 WIB, yakni sebanyak 678 kasus. Sehingga, total kasus positif Covid-19 secara nasional kini 25.216 orang.

Baca Juga

Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, angka penambahan ini tidak merata di 34 provinsi, namun hanya di beberapa provinsi yang kasusnya meningkat cukup tajam. Ia menerangkan, lima provinsi yang terbanyak peningkatannya pada hari ini, pertama DKI Jakarta 125 kasus, Jawa Timur 101 kasus, Kalimantan Selatan 74 kasus, dan Papua 56 kasus.

"Inilah gambaran yang kita dapatkan bahwa kenaikan 678 kasus ini tidak dimaknai bahwa ini  adalah kenaikan gambaran yang keseluruhan dari wilayah Indonesia," ujar Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB Jakarta, Jumat (29/5).

Sebab, Yuri menerangkan ada beberapa provinsi yang memang dalam tiga pekan terakhir sudah menunjukkan gambaran yang mendatar. Artinya, sudah tidak ditemukan kasus baru dan beberapa provinsi sudah mengalami penurunan 50 persen dari puncak yang pernah didapatkan.

Sementara, lima besar provinsi yang mengalami penambahan kasus pada hari ini, Yuri menerangkan kenaikan 125 kasus di DKI Jakarta bukan keseluruhan warga di wilayah administrasi DKI Jakarta, melainkan pekerja migran yang kembali ke Tanah Air melalui Jakarta. Hasil skrining di Bandara Soekarno-Hatta mendapatkan pekerja migran yang mengidap positif Covid-19.

"Jadi ini bukan gambaran dari wilayah administrasi DKI secara keseluruhan tetapi juga menjadi gambaran yang ada di pekerja migran, kalau kita lihat khusus DKI saja angka ini cukup stabil dari hari ke hari," ujarnya.

Sementara, provinsi terbanyak kedua yakni Jawa Timur, hari ini mengalami penurunan kasus dengan 101 kasus dari hari sebelumnya sebanyak 171 kasus. Begitu pun Kalimantan Selatan yang menurun, meski menempati penambahan terbanyak ketiga yakni dengan 74 kasus dan Papua 56 kasus.



Sedangkan provinsi yang hari ini tidak ada penambahan kasus positif diantaranya adalah Aceh, Bangka Belitung, kemudian Jambi Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat. Untuk daerah yang ada penambahan kasus antara 3 sampai dengan satu kasus yakni Kepulauan Riau Gorontalo, Yogyakarta, Bengkulu dan Sulawesi Tenggara.

"Ini yang kemudian secara spesifik akan kita lakukan kajian terus-menerus setiap provinsi sampai dengan tiap kabupaten kota untuk bisa Kita bedakan keseluruhan," katanya.

Selain itu, pemerintah juga mencatat ada penambahan jumlah pasien sembuh sebanyak 252 dalam sehari. Sehingga, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh sampai saat ini mencapai 6.492 orang. Sedangkan pasien yang meninggal dunia bertambah 24 orang, menjadi total 1.520 orang.

Sementara, perkembangan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) per hari ini, yang masih secara aktif dipantau sebanyak 49.212 orang. Sementara jumlah PDP yang masih diawasi secara aktif sebanyak 12.499 orang.

Sedangkan jumlah pengujian sampel hingga hari ini sebanyak 300.545 spesimen dari 205.165 orang. Jumlah kabupaten/kota yang melaporkan terdapat kasus Covid-19 juga bertambah dua daerah sehingga total ada 414 kabupaten /kota di 34 provinsi.

"Gambaran-gambaran ini masih menggambarkan di beberapa daerah, di beberapa provinsi  masih diperlukan upaya yang jauh lebih disiplin lagi agar kita tetap bisa menekan jumlah kasus ini," katanya.

photo
Mal Kembali Dibuka, Ini Protokol Kesehatannya - (Antara)

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA