Thursday, 18 Zulqaidah 1441 / 09 July 2020

Thursday, 18 Zulqaidah 1441 / 09 July 2020

DPRD Minta DKI Siapkan Skenario New Normal Sektor Pariwisata

Jumat 29 May 2020 17:09 WIB

Rep: Amri Amrullah / Red: Agus Yulianto

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (tengah)

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (tengah)

Foto: Youtube BNPB
Pembukaan sektor pariwisata di Jakarta sangat diperlukan untuk pemulihan ekonomi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta menyambut baik upaya pemerintah pusat dan provinsi, apabila skenario New Normal disiapkan mulai saat ini. Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz meminta, agar sektor pariwisata juga disiapkan skenario New Normal yang mulai diupayakan pada 1 Juni mendatang.

Menurutnya, pembukaan sektor pariwisata di Jakarta sangat diperlukan untuk membantu pemulihan ekonomi. Namun, hal itu harus diawali dengan pembenahan atau penyesuaian aturan yang mengedepankan keselamatan masyarakat atau pengunjung.

"Penerapan protokol COVID-19 harus dilakukan ketat, termasuk pengawasan bagi pengunjung," ujarnya, Jumat (29/5).

Dia berharap, pada saat diberlakukannya skenario new normal atau saat berakhirnya masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sektor pariwisata yang dikelola Pemprov DKI Jakarta bisa menjadi percontohan bagi pihak swasta yang juga bergerak di sektor tersebut.

"Saya harap sektor pariwisata yang dikelola Pemprov DKI bisa jadi percontohan bagi pihak swasta," ujarnya.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam beberapa hari ini mulai menyiapkan beberapa skenario baru New Normal, memasuki masa transisi setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tidak lagi diperpanjang pada 4 Juni mendatang.

Anies menyebut konsekuensi dari tuntasnya masa PSBB ini, berupa dimulainya kembali berbagai interaksi. Termasuk interaksi langsung antar orang yang merupakan salah satu penyebab penyebaran virus Covid-19. Hal tersebut yang mendasari Gubernur Anies untuk memastikan kesiapan berbagai pola menuju kehidupan normal baru.

“Kita tahu virusnya menular lewat interaksi. Bila ada yang terpapar, maka beban terbesar yang akan menghadapi adalah jajaran tim kesehatan. Jadi kalau menjelang masa transisi yang harus dicek adalah fasilitas kesehatan," ungkap Anies.

Menurut dia, kalau tempat-tempat lain bila ada yang terpapar yang mereka alami hanya soal jumlah pengunjung. Tapi kalau fasilitas kesehatan, yang harus dilakukan bersiap untuk menyembuhkan, terutama mereka yang terpapar dan memiliki keluhan kesehatan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA